Header Ads

REKTOR UUI : Cetus progran Student Mobility kekuar negeri sebagai penganti KKN .

Banda Aceh - Ann
Kampus UUI (Universitas Ubudiyah Indonesia) sebagai kampus yang mengedepankan keunggulan kompetitif menuju internasionalisasi. Prof. Marniati, Rektor UUI menyatakan, internasionalisasi pendidikan tinggi sudah saatnya dilakukan oleh berbagai kampus di Indonesia guna meningkatkan kesiapan mahasiswa, internasionalisasi kurikulum, meningkatkan profil internasional lembaga, memacu penelitian dan memperkuat publikasi ilmiah.

Prof. Marniati menyatakan juga bahwa Internasionalisasi pendidikan tinggi haruslah dimulai dengan komitmen internal perguruan tinggi akan pentingnya internasionalisasi. Dalam membangun kerjasama internasional dengan perguruan tinggi di luar negeri, ada tiga hal yang menjadi concern dari pihak UUI. Pertama yakni Mobility (inbound dan outbound), kedua International publication. Ketiga Joint research.

Mobility perlu dikembangkan menjadi Mobility of People (student mobility and staff mobility), Mobility of Programmes (Licensing/ franchising and Articulations) dan Mobility of Institutions (branch campuses). Elemen-elemen tersebut menjadi hal penting bagi UUI dalam meningkatkan kualitas akademik dan mendorong reputasi internasional. Tuntutan era globalisasi meniscayakan UUI untuk lebih berpacu dalam mengejar inovasi kerjasama internasional, di antaranya dengan menggalakkan student mobility dan summer course program.

Hal ini didukung oleh jejaring persahabatan Prof. Marniati, Rektor UUI, dengan berbagai universitas terkenal di mancanegara. Peningkatan student mobility didukung oleh kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di beberapa negara. Selain itu, banyak manfaat yang bisa didapat oleh mahasiswa yang mengikuti Student Mobility Program ini. Diantaranya adalah mahasiswa bisa meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa inggris mereka. Sehingga mahasiswa tersebut dapat lebih mudah beradaptasi dengan dunia internasional. Apalagi ketika mahasiswa tersebut lulus, mereka juga sudah berhadapan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mengharuskan dunia kerja mampu berkomunikasi seacra baik dengan dunia internasional.

Lebih lanjut, Prof. Marniati menyatakan bahwa tantangan perguruan tinggi semua adalah bagaimana kreasi dan inovasi masing-masing kampus dalam menginisiasi dan mengembangkan kerjasama internasional yang lebih bermanfaat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.