Header Ads

Ketua ISEI Banda Aceh Usulkan Di Bentuknya Dewan Ekonomi Daerah





BANDA ACEH – ANN
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Banda Aceh, Makmur Budiman, SE, mengusulkan agar dibentuknya dewan ekonomi daerah di Provinsi Aceh. Usulan ini disampaikannya dalam acara Musrenbang RKPA di Banda Aceh, Rabu 10 April 2019.

Makmur menerangkan, keberadaan dewan ekonomi daerah, yang unsur didalamnya adalah akademisi, pengusaha, pemerintah dan DPRA tersebut, tugasnya memberikan masukan dan nasihat kepada Pemerintah Aceh, dalam pengembangan ekonomi, dan juga masukan terhadap efektivitas pengelolaan anggaran pemerintah.

Dengan masukan tersebut, sambung Makmur yang juga seorang pengusaha di Aceh ini, upaya pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan dapat tercapai. Dewan ekonomi daerah, lanjut Makmur, didalamnya juga terdapat unsur pengusaha, tentu dapat mencari solusi atas persoalan penyerapan tenaga kerja dari berbagai sektor dan pengembangan potensi yang ada.

Menurut pandangan dirinya, beberapa program yang penting segera dilaksanakan oleh pemerintah Aceh adalah, dengan mengirimkan petani ke luar negeri, terkhusus di tempat yang negara tersebut telah mengoptimalkan hasil produk pertanian menjadi barang-barang industri agro.

Selain itu juga, solusi lainnya dalam upaya mercepat serapan tenaga kerja, adalah sebanyak mungkin membangun sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM), dengan mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha kecil. “Kewirausahaan harus jadi perhatian kita, ini penting untuk mencetak pengusaha baru yang bergerak di sektor UMKM,” katanya.

Dilain pihak, kata Makmur, Pemerintah Aceh sudah seharusnya memikirkan langkah dan upaya untuk memperbanyak sekolah bidang keterampilan, terutama pendidikan juru ukur atau surveyor. “Aceh saja butuh 10 ribu juru ukur,” sebutnya.

Belum lagi masalah pembibitan, saat ini, program mandiri benih harus dapat kita laksanakan, sebab, lanjut Makmur, kebutuhan benih di Aceh selama ini masih didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Dan untuk itu, sangat dibutuhkan keberadaan asisten benih yang memiliki ketrampilan untuk menghasilkan benih yang berkualitas. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.