Header Ads

Pemerintah Melalui PUPR Menyebut Seksi 3 Dari Indrapuri Blang bintang 14 Kilometer Karena Dari Total 74 Kilometer pembangunan Jalan Tol Aceh


Banda Aceh - ANN
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, Seksi 3 mulai
dari Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 14 kilometer/km dari total 74 km pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli hingga kini terus dikebut.

"Kita terus kebut dalam pengerjaan, karena kita miliki target akan rampung akhir tahun ini," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, Alfisyah di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, hingga kini Seksi 4 yang terdiri tiga kecamatan di Aceh Besar, yakni Indrapuri, Montasik, dan Blang Bintang sebagian di antaranya telah dilakukan pengaspalan jalan.

Lalu tengah melakukan proses pembuatan jembatan berukuran besar dengan memasang pemancangan tiang-tiang atau pilar sebagai penopang bangunan bagian bawah jembatan atau dikenal dengan abudment.

Sebagian pekerja di seksi jalan tol merupakan bagian dari ruas Trans Sumatera sedang membuat sistem drainase tol berkualitas di antaranya bebas dari banjir ketika hujan deras turun di wilayah Aceh.

"Kalau jembatan di Seksi 4 ini ada dua, yakni Indrapuri dan Montasik. Tapi kalau sifatnya yang kecil-kecil itu, kita bikin gorong-gorong saji. Jadi, jembatan besar itu ada dua unit," tegasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertengahan Desember tahun 2018, telah meresmikan pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli sebagai upaya memudahkan mobilitas masyarakat, dan barang di daerah untuk pertumbuhan ekonomi.

Presiden meyakini, kerja keras Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, perusahaan BUMN terkait, dan sejumlah kepala daerah, maka pembangunan akan berjalan cepat.

Menurut dia, pembangunan enam seksi jalan tol membutuhkan dorongan dari kepala daerah baik bupati, wali kota maupun gubernur. Hal itu terkait pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk tol.

"Problemnya hanya ada di situ. Di mana-mana yang namanya pembangunan jalan tol itu selalu problem dan masalah di pembebasan," kata Jokowi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.