Header Ads

BPBA Kesiapsiagaan Melaksanakan Terjadi Gempa Dan Tsunami


Aceh Besar - ANN
Badan Penanggulangan Bencana Aceh melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melaksanakan 2 (dua) kegiatan dari 6  (enam) tahapan Kegiatan Pembinaan dan Simulasi Sekolah Aman Bencana Gempa dan Tsunami tingkat SLTP/sederajat Tahun 2019. Kegiatan ini berlangsung di SMPN 1 Baitussalam, Aceh Besar dan di SMPN 11 Lamjabat Banda Aceh. Adapun 3 dari 6 tahapan tersebut meliputi Pemantapan Pelaku Simulasi; Gladi Bersih; dan Pelaksanaan Simulasi Pembinaan dan Simulasi Sekolah Aman Bencana Gempa dan Tsunami. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, dimulai dari tanggal 5,7,8 dan 9 Oktober 2019 yang melibatkan para pihak terkait seperti BPBD Aceh Besar, FPRB Aceh, RAPI, Koramil, Polsek Aceh Besar, Pihak Gampong Baitussalam dan Pihak Guru, komite masing-masing sekolah.

Acara Simulasi ini dimulai dengan Apel Siaga Simulasi pembinaan Sekolah Aman Bencana untuk ancaman Gempa dan Tsunami tingkat SLTP/sederajat yang Inspektur Apel langsung oleh Kepala Pelaksana BPBA Bapak Ir. Sunawardi, M.Si yang dilaksanakan pada hari selasa (8/10). Selanjutnya diikuti dengan kegiatan Simulasi di SMPN 1, Baitussalam, Aceh Besar pada hari Selasa (8/10) dan SMP 11 Lamjabat, Banda Aceh akan dilaksanakan esoknya pada hari Rabu (9/10) pukul 09:00 WIB.

Dalam sambutannya pada Apel Siaga Ir. Sunawardi, M.Si mengatakan bahwa  Aceh merupakan Provinsi di ujung barat pulau Sumatera yang berada di pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik dunia sehingga menjadikan Provinsi Aceh menjadi wilayah yang rawan terhadap gempa bumi. Sejarah bencana gempa bumi di Provinsi Aceh mengindikasikan terdapat banyaknya  sekolah/madrasah yang rusak maupun hancur.  Peristiwa  gempa bumi dengan kekuatan 8,9 SR dan tsunami  yang menguncang Provinsi Aceh pada Desember Tahun 2004 silam mengakibatkan 1.151 sekolah rusak berat, sebanyak 914 diantaranya sekolah dasar, 155 sekolah menengah pertama, 67 SMU dan 15 SMK. Selanjutnya kejadian gempa bumi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen pada  Desember Tahun 2016 dengan kekuatan gempabumi M = 6,5 telah mengakibatkan 25 Sekolah rusak. Pada Tahun 2013 di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah  lalu dengan kekuatan gempabumi sebesar 6,2 Skala Richter (SR), tercatat sebanyak 314 unit sekolah rusak, dimana 171 rusak berat, 136 rusak sedang dan 7 rusak ringan (sumber: Pusdatin BPBA)

"Berdasarkan data tersebut sangat banyak sekolah yang terkena dampak akibat bencana". Ungkap Sunawardi. Lebih lanjut Sunawardi menambahkan bahwa Aceh memerlukan suatu panduan penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana, di mana panduan ini mengintegrasikan kebijakan yang telah dibuat Kementerian/Lembaga terkait sekolah/madrasah aman dari bencana.

Acara Simulasi Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) ini selain ditujukan untuk mensosialisasikan berbagai peraturan-peraturan terkait penanggulangan dan pengurangan risiko bencana juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para aparatur pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, guru/tenaga pendidik, warga sekolah dan  masyarakat tentang kebijakan penanganan dan pengurangan risiko bencana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, dengan satu tujuan akhir yaitu untuk menyamakan persepsi kita bersama dalam melakukan penanganan dan pengurangan risiko bencana.

Bobby Syahputra selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagan BPBA bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan Pembinaan dan Simulasi Sekolah Madrasah Aman Bencana tingkat SLTP-Sederajat, yang kali ini dilaksanakan di SMPN 11 Banda Aceh, SMPN 1 Baitussalam, Aceh Besar dan SMP 11 Lamjabat, Banda Aceh.

Bobby berharap dengan dengan simulasi ini dapat membangun kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah dipusatkan pada penguatan kapasitas manajemen sekolah, guru, dan siswa, guna memberi dampak positif terhadap penumbuhan kesadaran, pengetahuan, dan perubahan kebijakan pada 3 (tiga) sekolah yang akan menjadi binaan.

"Harapan kami dengan adanya dukungan baik dari BPBD, dinas pendidikan dan yang Instansi terkait, pengawas sekolah, komite sekolah, dan dewan guru di sekolah semakin memperkuat dampak program, khususnya dalam hal pembuatan peta/jalur evakuasi, penyusunan protap kebencanaan, integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum, penyediaan media pembelajaran kebencanaan dan pelaksanaan simulasi atas inisiatif sekolah." harap Bobby di beberapa kesempatan pada kegiatan terkait.

Kegiatan ini sebelumnya telah dimulai dengan Sosialisasi tanggal 23 September 2019, Workshop tanggal 24 September 2019 dan FGD  tanggal 25-26 September 2019. Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan ini berasal dari BPBA dan Forum PRB Aceh. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.