Header Ads

Kapolresta Banda Aceh hadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Dayah Liqaurrahmah ke - XIV.


Banda Aceh - ANN
Dayah Liqaurrahmah yang lebih dikenal dengan Lembaga Pendidikan Islam Dayah Liqaurahmah (LPIDL), merupakan sebuah balai pengajian Tgk. Muhammad Umar Bin Zainal Abidin. Beliau lebih dikenal dengan sapaan Tgk. Jim dikalangan  masyakat dan  dayah.

Dayah ini awal mulanya didirikan pada tahun 2002 sebagai balai perisitirahatan Tgk. Muhammad Umar bin Zainal Abidin atau Tgk. Jim. Terdorong oleh  kondisi masyarakat sekitar yang membutuhkan pendidikan agama, maka dibukalah balai tersebut sebagai balai pengajian yang mulai menampung santri dari penduduk sekitar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH bersama Kasat Binmas Kompol Faizal dan Kapolsek Darussalam AKP Faslan menghadiri Maulid Nabi Muhammad, SAW dan Haul Dayah Liqaurrahmah ke XIV.

"Semoga Dayah Liqaurrahmah ini dapat melahirkan Polri yang bernuansa Islami, karena Polri saat ini juga merekrut dari kalangan Dayah dan Pesantren di seluruh Indonesia" ucap Trisno kepada Tribratanewsrestabandaaceh.com.

Diusia dayah ini ke XIV lanjut Trisno, semoga dapat bekerjasama lebih erat seperti dayah lainnya dan para santri tersendiri lebih tekun dalam menekuni ilmu agama, banyak yatim piatu yang belajar disini, hal ini membuktikan bahwa tempat pengajian ini dapat melahirkan ilmuan yang islami.

Sementara itu, menurut keterangan dari Tgk. Muhammad Umar atau Tgk. Jim santri yang mengikuti pengajian di dayah ini kemudian terus berkembang, dari awalnya hanya 5 orang kini sangat banyak.

"Pada tanggal 20 Maret 2008 atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1432 H, dayah ini diresmikan menjadi Lembaga Pendidikan Islam yang memiliki badan hukum. Dayah Liqaurrahmah teletak di Desa Lieue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar dengan menempati lahan seluas 1 ha" katanya.

Selain untuk para santri, lanjutnya,  Dayah Liqaurrahmah juga membuka pengajian bersifat umum yang terbuka bagi masyarakat luas, pengajian atau sesi tanya jawab juga dibuka di Radio Megah FM Banda Aceh setiap hari jumat mulai jam 09.00 WIB sampai jam 11.00 WIB.

Kemudian, Pengajian ini diadakan rutin setiap malam rabu dan jum’at bagi jama’ah laki-laki dan setiap sabtu siang bagi jama’ah perempuan. Umumnya yang menghadiri pengajian umum ini berasal dari masyarakat lokal dan mahasiswa, baik dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, UNMUHA, USM, Unaya, maupun universitas-universitas lain di Banda Aceh dan Aceh Besar. Hal ini dikarenakan letak dayah yang tidak terlalu jauh dari kampus, pungkas Tgk. Jim.

Saat ini terus diadakan pengembangan di Dayah Liqaurrahmah terutama pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya. Namun, dana masih menjadi kendala terbesar dalam proses pengembangan ini. Oleh karena itu, keberadaan donatur sangat diharapkan sehingga kedepannya proses pendidikan islam dan dakwah kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan terus ditingkatkan, imbau Tgk.Jim.

Terima Kasih kepada Bapak Kapolresta yang telah memberikan sumbangan kepada dayah dan anak yatim di dayah kami, semoga mendapatkan rezeki yang berlimpah, ujar Tgk. Jim diakhir pertemuan dengan Kapolresta Banda Aceh.

Perayaan maulid tahun 1441 H mengambil tema Peringatan Maulid Bukti Keimanan Seorang Muslim Kepada Rasulullah SAW.

# *Kapolresta Hadiri Maulid Nabi Muhammad di Dayah Ulee Titi, Aceh Besar*

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH bersama Kasat Intelkam AKP Hyrowo, SIK dan Para Perwira Polresta ikut serta hadir dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad, SAW dan Haul Abu Chik ke 23 Yayasan Dayah Ulee Titi.

Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Ulee Titi mengambil tema Menata Kehidupan Umat dengan Dakwah dan Kreativitas.

Lembaga pendidikan Islam Yayasan Dayah ulee Titi ini berlokasi di Desa Siron kemukiman Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Mulanya Dayah Ulee Titi didirikan oleh Abu H. Ishak Amiry pada tahun 1970, lokasinya  berada di ujung jembatan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, oleh sebab itu masyarakat menyebutnya dengan nama Dayah Ulee Titi.

Salah satu santri yang bernama Muhammad Haikal mengatakan Sampai saat ini, Jumlah santri sudah ribuan orang , sebahagian besar santrinya berasal dari berbagai daerah dalam Provinsi Aceh, Sebahagiannya lagi merupakan santri di luar Provinsi Aceh dan warga negara Malaysia. Dayah ini mengemban misi menciptakan generasi muslim yang beraqidah ahlussunnah wal jamaah, Berakhlakul karimah dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dengan nilai-nilai keislaman.

Salah satu karakteristik Dayah ulee Titi adalah menghasilkan kelulusan yang berkarakter layaknya tokoh sufi terdahulu. Sufi yang bercirikan lemah lembut dalam bertutur, Wara' dalam bersikap, dan sederhana dalam berpenampilan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.