Header Ads

Perawat InWCCA Ikuti 4 th Conference Of The ISM WOC 2019 Di Banda Aceh


BANDA ACEH – ANN
Indonesia Wound Care Clinician Association (InWCCA) atau asosiasi perawatan luka Indonesia gelar pertemuan ilmiah internasional di Banda Aceh, Jumat, 8 - 10 November 2019.

Presiden Indonesian Wound Care Clinician Association Ns Edy Mulyadi M. Kep RN WOC (ET)N  menyebutkan, pertemuan ilmiah tersebut merupakan kegiatan rutin organisasi mereka, setiap dua tahun sekali. Ini merupakan kali keempat pelaksanaannya.Salah satu daerah paling banyak bencana adalah Aceh, jadi pertemuannya tepat diadakan di Aceh,” kata Edy kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu, 9 November 2019.

Pertemuan itu, kata Edy, diikuti oleh 478 perawat klinis, akademisi, bidan, dan juga dokter dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, mereka diajari cara menanggulangi luka saat bencana.

“Teman-teman perawat bisa terpapar dengan ilmu-ilmu bagaimana penanggulangan luka pada bencana, sehingga pada saat nanti terjadi bencana, kita punya perwakilan setiap daerah dan mereka nanti jadi juru utama untuk membantu masyarakat daerah yang bencana itu,” kata Edy.

Sementara, Direktur RSUZA Banda Aceh, Azharuddin menjelaskan, dipilihnya Aceh sebagai lokasi pertemuan ilmiah merupakan hal yang tepat. Sebab, provinsi paling ujung barat Sumatera itu menjadi daerah yang sering dilanda bencana.
“Kalau kita bilang, kita tidak pernah jauh-jauh dari bencana, yang bisa kita lakukan adalah kesiapsiagaan, apa yang dilakukan hari ini adalah langkah nyata, apabila korban-korban bencana di sudut apapun di Indonesia, khususnya Aceh siap SDM-SDM untuk melakukan penanganan luka,” kata Azharuddin.

Disebutkannya, di era sekarang ini teknologi semakin canggih. Demikian juga dengan SDM-SDM yang dimiliki, di mana cukup banyak dokter-dokter di Indonesia yang ahli bagian luka.

“Dengan perawatan luka yang bagus, mungkin tidak memerlukan aputasi, jadi kalau dulu luka kencing manis di kaki, mungkin kakinya dipotong, berbeda dengan sekarang, bisa dirawat dengan hati-hati dan teliti, sehingga angka-angka aputasi bisa menurun,” katanya.*(C-008)
(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.