Header Ads

Azhar Abdulrahman Anggota DPRA Dari Fraksi PA Dana Otsus Lebih Terarah


Banda Aceh - ANN
menilai pernyataan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhar Abdurrahman pada acara  Maulid Akbar Barsela di taman sari Banda Aceh  (8/02/20) yang meminta Dana Otsus Aceh tidak diperpanjang pasca-berakhir tahun 2027, sangat melukai hati rakyat Aceh yang baru saja bangkit dari keterpurukan akibat konflik dan bencana tsunami.

Menanggapi hal tersebut, Azhar Abdurahman kepada Media Aceh Nasional News mengatakan Aceh ini tidak di urus makanya Aceh ini miskin terus ujarnya
mengatakan, "Sebenarnya kombatan GAM yang sudah berjuang sampai saat ini belum mendapat kesejahteraan setimpal dari buah yang di dapatkan dari Dana Otsus, sebagaimana Dana Otsus tahap pertama sebagai bagian dari rekonsialisasi dan reintegtasi GAM dan juga bagian kelanjutan Rehabilitasi,"katanya Azhar Abdurahman saat dimintai konfirmasi sama media.

Azhar Abdurahman mengungkapkan,"Yang mendapat kemudahan dari dana Otsus tersebut adalah pejabat-pejabat,honorium birokrasi, dan kontraktor, maka kami mengucapkan selamat berjuang dana Otsus tahap II bagi elitnya yang akan memetik hasilnya, asal jangan ajak kami berperang lagi,"ungkapnya Azhar Abdurahman.

"untuk dapat dana otsus, kami sebagai DPRA memperjuangkan semua sejahtera rakyat Aceh tegas dirinya

Terkait pernyataan Ketua Azhar Abdurahman menjelaskan,"Semua orang bisa memberikan komentar dari sudut dan dimensi apa saja, tapi saya sebagai orang yang pernah di eksekutif dan sekarang di legislatif telah melihat, bahwa tidak ada alokasi khusus dalam dana Otsus bagi  eks kombatan,"ucapnya.

"Dana Otsus yang lebih dominan hanya untuk belanja modal publik sebagian di beberapa Kabupaten/kota, dan tidak di pimpinan oleh  eks Kombatan, serta belum mendapat porsi untuk  eks kombatan, maka jika ada sebagian orang merasa risih dengan komentar saya, silakan saja berjuang, mana tahu dapat rezeki lagi untuk dana Otsus ke pusat,"tambahnya Azhar.

"Sekarang pemerintah Pusat seperti merasa tidak memiliki Komitmen lagi terhadap MoU Helsinki,"tutupnya Azhar Abdurahman. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.