Header Ads

Panglima Laot Provinsi Aceh Mengatakan Banyak Problematika


BANDA ACEH - ANN
 Bertempat di ruang Badan Musyawah DPRA, Pengurus Panglima Laot Provinsi Aceh menyampaikan berbagai problematika nelayan Aceh dan upaya advokasi yang selama ini dilakukan. Mulai dari derita keluarga nelayan serta minimnya perhatian pemerintah. Kamis (20/02/2020).



(Sekretaris Panglima Laot, Miftah Cut Adek)

Berdasarkan data baru yang diperoleh pengurus Panglima Laot Provinsi Aceh, menyebutkan bahwa sebanyak 14 orang nelayan tradisional ABK boat KM Rezeki berkapasitas 10 GT asal Idi, Aceh Timur, Aceh, sejak tahun 2017 hilang tanpa jejak. Dugaan boat yang mereka tumpangi tenggelam. Kontak terakhir di perbatasan antara Indonesia dan Thailand. Saat itu hanya ditemukan puing-puing boat dan fiber tampungan ikan milik nelayan tersebut.

Tercatat di data pengurus Panglima Laot Provinsi Aceh, ada 59 orang nelayan Aceh yang ditahan diluar negeri. Di Thailand sebanyak 33 orang nelayan ABK KM Perkasa Mahera dan KM Voltus, di Nicobar/Andaman India sebanyak 25 orang, mereka ABK dari KM Athiya 02, KM Selat Malaka, dan KM Mata Rantau. Sementara di Kwanthong Myanmar 1 (satu) orang Tekong KM Bintang Jasa atas nama Jamaluddin.

"Sepanjang upaya advokasi yang kami lakukan, nelayan kita yang melaut kemudian ditangkap, meninggalkan isteri dan anak mereka dalam kondisi ekonomi yang sulit. Karena itu, kami akan menyurati Baitul Mal dan Dinsos Aceh agar dapat memberikan dana zakat infaq atau bantuan sosial ke keluarga yang ditinggalkan dengan mencermati aturan yang ada", unkap Sekretaris Panglima Laot, Miftah Cut Adek.

Selanjutnya, lanjut Miftah, kita harus sama- sama mendorong agar Pemerintah melahirkan MoU terkait penanganan nelayan yang terdampar ke negara tetangga dengan Thailand, India, Malaysia, Myanmar, Banglades. "Sehingga nelayan kita tidak selalu menjadi tahanan di negara lain, bahkan ada yang dipulangkan menjadi mayat," tambahnya.



(Sekretaris Komisi V DPRA, Usman Alfarlaky)

Sementara Usman Alfarlaky selaku Sekretaris Komisi V DPRA, mengatakan saat ini, Plt Gubernur Aceh berada di Canai India di daerah Tamilnadu perjalanan ke Andaman/Nicoba India sekitar 2 jam.

"Kita berharap selaku kepala pemerintahan Aceh, bahwa ada rakyatnya di sana 25 orang nelayan yang di tahan agar bisa menjenguk meski belum bisa membawa pulang," ujar Iskandar Usman Alfarlaky.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.