Header Ads

Bahas Penanganan Covid-19, AHY dan IKAPTK Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi di Daerah

 

Jakarta I ANN


Memasuki delapan bulan masa pandemi, berbagai upaya penanganan Covid-19 masih terus dilakukan. Dalam pertemuan audiensi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kamis (17/9), membahas penanganan pandemi, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Akmal Malik menyampaikan pentingnya sinergi dan komunikasi antara para legislator dan eksekutor dalam perang melawan Covid-19. 


Dalam kesempatan itu, Akmal juga mengapresiasi Partai Demokrat yang telah terbuka menerima IKAPTK. “Sekali lagi, pertama-tama, saya sangat apresiasi, sangat-sangat apresiasi, inilah sebagai kompensasi eksekutor regulasi-regulasi, kami bertemu dengan partai politik, ini pertama sekali. Kami sudah mengajukan ke banyak partai, tapi kulturnya relatif agak beda. Dan sekali lagi saya bilang, kita apresiasi yang luar biasa buat Demokrat. Karena bagi kami, membangun negara ini, kita harus bersama-sama. Antara eksekutor dengan regulator harus bersama-sama,” tuturnya panjang.


Menanggapi hal ini, AHY mengapresiasi masukan dan harapan dari IKAPTK untuk partai politik, khususnya untuk Partai Demokrat. “Kami sepakat, karena tanpa itu semuanya, yang ada adalah uncertainty, ketidakpastian, dan kebingungan yang makin menjadi-jadi. Alih-alih kita berharap bisa mengurangi dampak Covid, justru makin panjang makin parah. Kita sendiri belum bisa menemukan vaksin, dan proses _rapid testing_, _tracing_, dan juga _treatment_-nya juga masih terus penuh dengan tantangan,” ujar Ketum AHY. 


“Jadi kalau tadi Pak Akmal menyampaikan pentingnya dihadirkan regulasi, ini masukan yang sangat baik. Saya akan lakukan _briefing_ kepada para Ketua DPD, DPC, termasuk kami punya sekitar 1800 anggota Fraksi tergelar di seluruh daerah, kalau di DPR RI ada 54 orang, tapi semua bisa kita ajak bicara dan juga tadi yang Pak Akmal sampaikan bahwa _power_-nya ada di partai politik, itu benar,” tuturnya. 


“Nah kita inikan didikan, produk-produk dari aturan ya. Akademi Militer maupun IPDN itu kan kita hidupnya berbasis pada aturan, jadi sebetulnya cukup mudah untuk mengatakan ini benar ini salah. Yang benar diapresiasi, yang salah diberi _punishment_, paling tidak teguran untuk diperbaiki dan lain-lain,” tambah AHY. 


IKAPTK adalah perkumpulan dari alma mater mereka yang pernah mengikuti pendidikan pramongpraja. Di dalamnya  ada alumni KDC (Kursus Dasar Camat) yang merupakan embrio dari IPDN. Setelah KDC, berkembang menjadi APDN yang pada waktu itu dibuat oleh Presiden Soekarno di Malang. Kemudian setelah APDN, baru kemudian ada STPDN. STPDN Pertama kali berada di Jatinangor, yang kemudian berganti nama menjadi IPDN.


Turut hadir dalam acara audiensi IKAPTK dengan Partai Demokrat antara lain Sekretaris Jenderal IKAPTK Kuswanto, Wakil Sekretaris Jenderal IKAPTK Dhani Setiawan Isma, Bendahara Umum IKAPTK Herny Hutahuruk, Humas IKAPTK Afrizal Zega, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio, Wakil Sekretaris Jenderal Jovan Latuconsina, Dewan Eksekutif Partai Demokrat Sigit Raditya, dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Agung Budi Santoso. (bcr/csa)


Ossy Dermawan

Kepala Badan Komunikasi Strategis

DPP Partai Demokrat

081314889889

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.