Header Ads

Ketua MAA: Farid Wajdi Mengatakan Pelestarian Adat Situs Bersejarah


Banda Aceh I ANN


Ketua Majelis Adat Aceh Farid Wajdi mengatakan pelestarian Adat hanya fokus sebatas merawat situs bersejarah saja. Sehingga tidak memperdulikan sikap masyarakat Aceh yang sudah jauh dari adat Aceh, terutama para kalangan muda.

"Apalagi dengan peran medsos hari ini, para pemuda lebih percaya kepada itu dari pada kepada orang tuanya, ulamanya atau lainnya, ini yang harus kita cegah," kata Farid di sela-sela Mubes MAA, Kamis, 26 November 2020.

Farid berharap Pemerintah Aceh memberi dukungan lebih dalam melestarikan adat budaya Aceh. Dia juga berharap Mubes kali ini bisa merumuskan dan dan menghasilkan sesuatu yang mengikat untuk menghadapi generasi muda Aceh saat ini yang jauh tersesat dari adat Aceh dan agama Islam.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka acara mengatakan Majelis Adat Aceh merupakan sebuah lembaga yang sangat penting, lembaga daerah yang khusus. Terutama dalam mewujudkan dan mengurus kebesaran adat Aceh yang sudah diwariskan oleh para indatu. 

"Adat Aceh merupakan bagian yang tersisakan dari kebijakan pemerintah Aceh, bahkan telah dituangkan dalam visi dan misi yang sudah merupakan janji yang mengikat dan harus dilaksanakan dalam program pembangunan sesuai dengan APBN 2017-2022," ujar Nova.

Tidak hanya itu, Nova menyebutkan bahwa adat Aceh bukanlah norma yang kaku dan masif, tetapi adat Aceh adalah norma yang dinamis yang membuka ruang kreatifitas sejalan dengan jiwa orang Aceh yang selalu menginginkan perubahan menuju kebaikan hidup yang terus berkembang dari hari ke hari.

"Seiring dengan perkembangan zaman, adat Aceh perlu dipergunakan lebih luas kepada khalayak, kepada bangsa dan suku bangsa yang Arif. Dan saya sepakat dengan Prof, Farid bahwa tidak boleh ada sungkan apalagi malu dalam melantunkan adat istiadat kita, baik dalam komunitas atau lainnya," kata Nova.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.