Header Ads

Haizir Sulaiman (Dirut)Mengatakan, BAS Terus Berbenah Agar Menjadi Bank nasional

 


Banda Aceh I ANN

direktur utama Bank  Aceh Syariah Haizir Sulaiman SH menceritakan Bank Aceh sudah 10 tahun atau sejak 2010 mempersiapkan diri untuk berbenah. Semua strategi dilakukan untuk memajukan Bank Aceh Syariah (BAS) dan pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Ekspektasi kita pada 2021 kondisinya bisa berubah. Karena pada tahun yang sedang berjalan (2020) ini permembangan BAS banyak terhambat akibat Covid-19.

"Apa kita upayakan setahun ini semua untuk kebaikan bersama, Aceh secara khusus dan Indonesia secara umum," ungkap Haizir Sulaiman.

Hal itu diungkapkan Haizir Sulaiman pasa acara silaturrahmi yang dikemas BAS Gathering dengan para wartawan di Banda Aceh, Selasa (29/12/2020).

Selain Haizir, acara tersebut juga dihadiri para petinggi BAS diantaranya Direktur Dana dan Jasa Amal Hasan dan Direktur Operasional BAS Lazuardi.

Dirut Bank Aceh Syariah juga mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan oleh awak media dalam rangka menyampaikan informasi terkait Bank Aceh Syariah kepada publik.

Haizir berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini bisa terus terjaga dengan baik demi kemajuan Bank daerah Aceh ini kedepan.

“Dukungan media sangat penting untuk kemajuan Bank Aceh Syariah dan kedepan kemitraan dengan media menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Menjawab sejumlah pertanyaan wartawan, Haizir Sulaiman mengatakan, Bank Aceh terus berbenah agar bank ini menjadi bank nasional.

Seperti Bank Jabar katanya, awalnya hanya bank daerah. Namun saat ini asetnya berada pada 10 besar nasional.

"Nah bank kita, Bank Aceh Syariah akan terus kita upayakan dengan komitmen yang kuat hingga mencapai kemajuan yang diharapkan," ujar Haizir.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman mengatakan para wartawan di Aceh mendukung kebijakan untuk meningkatkan perekonomian Aceh.

Jadi tidak benar kalau wartawan tak mendukung Bank Aceh dalam memajukan perekonomian daerah.

Yang penting BAS transparan, apalagi wartawan butuh saluran informasi yang benar dan akurat. Sehingga bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat.

"Apa yang sudah terbangun selama ini sudah baik, semoga bisa ditingkatkan lagi," ujar Tarmilin Usman.

Sementara itu, insan pers selain ketua PWI Aceh, hadir juga para Pemred dan Ceo sejumlah media di Aceh baik cetak, online dan elektronik.

Hal itu menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman saat memberikan sebutan di awal kegiatan.

Yang mana, ketua PWI Aceh berharap kemitraan tersebut terus ditingkatkan, dengan tujuan untuk kemajuan Bank Aceh Syariah dan juga kemudahan media memperoleh dan menyampaikan informasi kepada publik.

Tarmilin Usman juga menuturkan, selama ini publik kurang mendapat informasi yang benar, cepat dan akurat, dari pihak Bank Aceh Syariah, sehingga mengganggu keberimbangan pemberitaan yang disampaikan media.

“Untuk itu, kedepan harus ada pihak dari dalam Bank Aceh Syariah sendiri yang menyampaikan informasi, bukan dari luar. Sehingga tidak terjadi simpang siur berita yang membuat publik menjadi bingung,” katanya.

Tarmilin Usman juga menyinggung soal Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), begitu hangat dibicarakan sekelompok orang yang terkesan kurang bisa menerima Qanun tersebut diterapkan di Aceh. Padahal status Aceh sendiri dikenal sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam.

Jurnalis Senior Aceh itu pun mengungkap, media di Aceh siap menerima dan menyampaikan informasi dan sosialisasi kepada publik terkait Qanun LKS yang ingin diterapkan di Tanah Rencong.

Apalagi, Qanun LKS dipercaya bakal mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh kedepan.

“Yang paling penting bagi kami adalah saluran informasi yang benar, akurat dan cepat. Sehingga yang dipublikasi tidak ada informasi salah,” tegas Tarmilin Usman mewakili para pimpinan media yang hadir.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.