Header Ads

Sambut Ramadhan, Dinas Pangan Aceh Gelar Pasar Murah

Banda Aceh | ANN

Meugang adalah satu hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Hari Meugang juga merupakan tradisi yang sudah ada sejak dari leluhur dan menjadi budaya yang turun temurun bagi masyarakat Aceh.

Biasanya hari itu, warga Aceh di perantauan akan pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul dengan orangtua, sanak saudara dan handaitolan. .

Untuk itulah Dinas Pangan Aceh menggelar pasar murah, yang diusung melalui Pasarmitra Tani, dengan harga murah. Harapannya dapat membantu dan meringankan sedikit beban bagi masyarakat.

Selain menyediakan bahan pokok juga ada tempat yang disediakan untuk petani sayur organik.

"Harganya pun selain lebih murah juga berkualitas", sebut Kepala Dinas Pangan Aceh, Cut Yusminar, A.Pi, M.Si di sela sela pembukaan pasar murah, Jalan Laksamana Malahayati, desa Ba'et kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar (7/4/21).

Menurut Cut Yusminar, kegiatan ini merupakan program Dinas Pangan Aceh yang didukung juga oleh Badan Ketahanan Pangan Kementan RI.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk membeli kebutuhan jelang hari Meugang dan untuk menyambut Puasa. "Kehadiran kami untuk membantu masyarakat agar bisa membeli dengan harga yang terjangkau", ungkapnya.

Dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen ini, yang digelar selama dua hari mulai tanggal 07 - 08 April 2021. "Tidak perlu berdesakan dan tetap antri serta mematuhi protokol kesehatan", ingatnya. 

Bagi masyarakat Aceh khususnya warga Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh, dapat berbelanja bahan pangan menyambut hari meugang di Pasar Mitratani Aceh. "Kami menyediakan pangan pokok dan produk olahan pangan lokal, tidak hanya murah tapi juga berkualitas", ujarnya berpromosi.

Sejak ada Pasarmitra Tani katanya, antusias masyarakat setiap harinya cukup tinggi, karena harga jual di bawah harga pasar. Namun momen khusus ini harganya jauh lebih murah antara Rp.6000 - Rp 8000 per itemnya.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, mengucapkan Alhamdulillah. Berkat adanya pasar murah, dia bisa menghemat uang belanja dan bisa untuk ditabung "Walaupun sejak pagi tadi saya sudah datang dan harus antri untuk mendapatkan nomor antrian",timpalnya.

Sedangkan Rara, ibu rumah tangga dari Lampeunerut, merasa bangga dan memberikan apresiasi untuk Dinas Pangan Aceh, karena sangat membantu. Selain menyediakan bahan pokok juga ada sayuran organik. 

Dia mengaku mendapat informasi melalui WAG, makanya saya cepat cepat datang untuk membeli sayur organik sudah menjadi kebutuhan. Kalau masalah harga relatif katanya, yang paling penting adalah aman dan sehat. Dengan mengkonsumsi sayur bebas kimia (pestisida) tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari penyakit", tuturnya.

Sementara Kabid Distribusi Pangan, Drs Surya Rayendra selaku panitia menyebutkan, bahwa kegiatan ini program pemerintah pusat. Tujuannya ikut menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan. Namun masyarakat dibatasi dua item belanja, sehingga menghindari aksi borong (panic buying), kami juga buka setiap hari.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, pihaknya tidak hanya menyiapkan bahan pokok saja, namun ada juga produk olahan pangan lokal serta sayuran organik.

Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, maka kami membagikan nomor antrian dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir dan lebih bijak dalam berbelanja. "Tidak perlu borong apalagi panik mengikuti hawa nafsu", pungkasnya. 

Dilaporkannya untuk beras tersedia stok 2 ton dengan ukuran 5 kg, minyak goreng 2800 liter, gula 2,8 ton, bawang merah 300 kg, cabai merah 500 kg. Sedangkan telur tersedia 3000 butir.

sumber :  Abda

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.