Iklan

Category 2

Kadis Perkim Aceh Muhammad Adam Sebut Membangun Aceh Bersama sama

2/15/22, Selasa, Februari 15, 2022 WIB Last Updated 2022-02-15T13:25:54Z

 



Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Aceh, Muhammad Adam, ST, MM/ Ist
BANDA ACEH– Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Aceh, Muhammad Adam, ST, MM, menyebut membangun Aceh ini harus bersama sama sesuai tugas dan fungsinya.

Hal tersebut dikatakannya, Senin, 14/2/2022, diruang kerjanya, ketika ditanya terkait pembangunan sarana persiapan yang akan digunakan untuk cabang olahraga dalam pertandingan menuju Aceh sebagai tuan rumah PON 2024.

Ia menyebut pada prinsipnya Dinas Perkim Aceh sangat siap dari segi infrastruktur menjelang PON 2024 nantinya.

Meski ia mengatakan hingga saat ini memang belum adanya rapat koordinasi membicarakan terkait hal tersebut termasuk perencanaan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana pertandingan cabang olahraga yang ada.

“Saat sekarang ini kita belum bisa memastikan dan membicarakan terkait hal di maksud,” ujarnya.

Namun demikian dikatakannya, jika dilihat dari segi sarana terkait infrastruktur jelang menghadapi PON 2024, sesuai tupoksi dinas Perkim jelas mendukung dan pasti melaksanakannya bersama stakeholder lainnya sesuai lading sektor masing masing.

“Sejauh ini terkait anggaran yang dibutuhkan dalam hal pembangunan venue venue yang ada belum bisa memastikannya, karena hingga kini belum membicarakan hal tersebut,” terangnya.

Sambungnya, meski demikian minimal kita sudah memiliki data terkait sarana apa saja yang akan dibangun, sepertihalnya persiapan sarana Cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan. Karena sebagai tuan rumah PON 2024, nanti bukan hanya Provinsi Aceh, tetapi juga Medan.

“Saat sekarang ini kita sedang fokus pada sarana pembangunan lainnya. Namun demikian, persiapan dalam menuju PON 2024, Dinas Perkim Provinsi Aceh tetap mendukung dan mempersiapkan pembangunan yang diperlukan sesuai Cabang olahraga yang ditetapkan dan dipertandingkan nantinya,” ucapnya.

Meski, secara teknis katanya lagi, sudah memiliki pengalaman terkait even even besar yang pernah digelar, seperti pada pelaksanaan MTQ Nasional. ‘Dan Aceh menjadi tuan rumah terbaik,” ucapnya.

Intinya, sambung kadis Perkim Aceh itu lagi, bahwa bekerja di pemerintahan tidak bisa sendiri sendiri butuh kerjasama seluruh lading sektor serta dukungan semua pihak.

“Sebagaimana, Dinas Perkim kita ini lebih cenderung diharuskan lebih banyak bekerja ketimbang berbicara,” ungkapnya.

Bangun 7.811 Rumah Duafa

Sementara dalam kesempatan yang sama, dikatakannya bahwa terkait program dinas Perkim pada 2022, sedang dalam proses tender.

“Dan untuk tahun ini lebih cenderung ke pembangunan rumah Dhuafa yang secara menyeluruh tersebar di 23 kabupaten/ kota di Aceh hingga mencapai 7. 811 unit rumah dengan besaran anggaran mencapai Rp 539 miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya terkait adanya besaran penambahan pembangunan rumah dhuafa setiap tahunnya, ia mengatakan bahwa adanya pengurangan. Hanya saja, terkadang jika dipandang dari sudut pendapatan ekonomi masyarakat bisa saja terjadinya fluktuasi (naik turun) karena belum tentu selamanya pendapatan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan.

Apalagi sebutnya, di masa covid-19 sekarang ini, yang dulunya memiliki gaji tetap menjadi tidak memiliki penghasilan.

Selain itu, terakhir ia menyebutkan masyarakat yang memperoleh rumah dhuafa tersebut juga memiliki standar tertentu, diantaranya, berusia 40 tahun, miskin, sudah berumah tangga, dan dibangun diatas tanah hak milik (***)

Sumber APJN

Komentar

Tampilkan

Terkini