Iklan

Category 2

Tekan Risiko COVID-19, Menkes Imbau Masyarakat Segera Lengkapi Vaksinasi COVID-19 Primer

2/23/22, Rabu, Februari 23, 2022 WIB Last Updated 2022-02-23T02:58:25Z

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers usai Ratas Evaluasi PPKM, secara virtual, Senin (21/02/2022). (Foto: Humas Setkab/Jay)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi COVID-19 primer yaitu dosis pertama dan kedua untuk menekan risiko keparahan jika terpapar COVID-19.

“Kami mengulangi lagi terus-menerus, segera divaksin. Vaksinnya juga harus lengkap, minimal dua kali,” ujar Menkes dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Senin (21/02/2022).

Menkes mengungkapkan, pasien COVID-19 yang meninggal sebagian besar adalah masyarakat yang belum divaksin atau belum melengkapi vaksin dosis primer, memiliki penyakit penyerta atau komorbid, serta kelompok masyarakat lanjut usia (lansia).

“Kalau ada teman-teman kita yang lansia, didorong agar segera bisa lebih cepat divaksin,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Budi juga meminta masyarakat untuk tidak memilih jenis vaksin.

“Jangan pilih-pilih, yang ada sekarang langsung saja dipakai, baik sebagai booster maupun juga sebagai vaksinasi primer, yang lengkap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menkes juga mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk terus mengakselerasi laju vaksinasi karena masih terdapat sejumlah provinsi yang cakupan vaksinasi dosis pertamanya belum mencapai 70 persen.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 21 Februari pukul 18.00 WIB capaian vaksinasi nasional adalah 189,69 juta dosis atau 91,08 persen dari target untuk dosis pertama dan 140,42 juta dosis atau 67,42 persen untuk dosis kedua.

“Sekarang kita harus mengejar agar dosis keduanya bisa naik segera mencapai angka (70 persen) tersebut, agar kita bisa lengkap 70 persen dari populasi mendapatkan vaksinasi dua dosis,” ujarnya.

Penurunan Kasus COVID-19

Dalam keterangan persnya, Menkes juga menyampaikan bahwa kasus harian varian Omicron di tiga belas provinsi sudah melampaui puncak kasus harian COVID-19 pada gelombang varian Delta sebelumnya. Ketiga belas provinsi tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Papua, Sulawesi Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatra Selatan.

“Lima di antaranya sudah menunjuki tren menurun, yaitu DKI Jakarta, Bali, Banten, Maluku, dan NTB, yang lainnya sedang ada di puncak atau dalam jalan untuk mencapai ke puncak,” ujarnya.

Budi menambahkan, puncak kematian berpotensi terjadi pada rentang waktu 15-20 hari sesudah puncak kasus COVID-19.

“Jadi walaupun di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta sudah mulai menurun, Bali juga sudah mulai menurun, tapi puncak kematiannya baru akan terjadi dua minggu sesudahnya,” ujarnya.

Pemerintah, ujar Menkes, terus berupaya untuk menekan tingkat kematian akibat COVID-19. Salah satunya dengan menghubungkan sistem BPJS Kesehatan dengan NAR Kementerian Kesehatan.

“Kita sudah melakukan kerja sama dengan BPJS agar semua (pasien) yang (memiliki) komorbid bisa kita identifikasi lebih dini. Jadi walaupun kasusnya ringan, tapi bisa segera langsung masuk karpet merah di rumah sakit-rumah sakit kita,” tandasnya.

 

*Di Polres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh Tinjau Vaksinasi Yang Dipantau Langsung Presiden RI Secara Virtual*

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Ahmad Haydar, S. H., M. M, dalam kunjungan kerjanya pada hari kedua,Kamis (17/2/22) ke Aceh Tenggara meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Mapolres Aceh Tenggara dan terhubung secara virtual dengan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melalui video conference.

Dihalaman Mapolres Aceh Tenggara Kapolda Aceh bersama rombongannya serta dihadiri Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim MAP, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono, S.H., S.I.K., M.H, Dandim 0108/Agara Letkol Inf Robbi Firdaus, S.E, M.Si, Wakil Ketua I DPRK Aceh Tenggara Jamudin Selian, Kajari Saifullah, S.H, M.H, Ketua MPU Aceh Tenggara Tgk. Jamaludin, Kelaksa BPBD Nazmi Desky, Wakil ketua pengadilan Agung Iriawan, S.H, M.H dan PJU Polres Aceh Tenggara melaksanakan video conference terhubung Langsung dengan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan memantau kegiatan Vaksinasi di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam vicon dengqn Presiden RI, Kapolda Aceh menyampaikan hal terkait percepatan Vaksin Covid-19.

Untuk perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Aceh dalam 3 hari terakhir ini sejak hari Senin tanggal 14 Februari 2022 terdapat 29 orang yang positif Covid-19 dan sembuh 1 orang, kemudian pada haru Selasa tanggal 15 Februari 2022 terkonfirmasi sebanyak 75 orang dan sembuh 13 orang serta selanjutnya pada hari Rabu tanggal 16 Februari 2022 terkonfirmasi 122 orang sembuh 13 orang, sebut Kapolda Aceh.

Untuk jumlah orang yang dirawat pada saat ini sebanyak 550 orang dan terdapat rumah sakit rujukan sebanyak 31 rumah sakit, kata Kapolda Aceh.

Untuk jumlah tempat vaksinasi pada hari ini adalah sebanyak 340 gerai vaksin di seluruh Provinsi Aceh dan pada saat ini Kami sedang meninjau langsung kegiatan gerai vaksin di Kabupaten Aceh Tenggara, jelas Kapolda Aceh lagi kepada Bapak Presiden RI secara virtual.

Kapolda Aceh saat kunker ke Aceh Tenggara didampingi Ketua PD Bhayangkari Aceh Ny. Syssi Ahmad Haydar serta ikut juga sejumlah pengurusnya.

Selain itu, rombongan Kapolda Aceh lainnya adalah sejumlah PJU, Pamen dan personel Polda Aceh.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh dalam rilisnya menambahkan, bahwa hingga tanggal 16 Februari 2022 capaian vaksinasi di Provinsi Aceh berjumlah 53.133 orang meliputi dosis 1 sebanyak 16.964 orang, dosis 2 sebanyak 34.840 orang dan dosis 3 atau vaksin Booster sebanyak 1.329 orang.

Perolehan itu didapat dari akumulasi vaksinasi dari masyarakat umum, kalangan lansia, anak-anak dan vaksin Booster, sambung Kabid Humas.

Selain itu capaian tersebut diperoleh dari gerai vaksin yang digelar di seluruh Provinsi Aceh berjumlah 340 gerai vaksin, jelas Kabid Humas.

Bila direkap secara keseluruhan capaian vaksinasi saat ini, masing-masing dosis 1 sebanyak 3.592.042 orang atau 89,16 %, kemudian dosis 2 sebanyak 1.761.393 orang atau 43,72 % dan untuk dosis 3 capaiannya berjumlah 83.082 orang atau 2.06 %, tutup Kabid Humas. [ADV]

Komentar

Tampilkan

Terkini