• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    Dr Marniati Dukung Penuh Rekomendasi Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II

    10/14/26, Rabu, Oktober 14, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T08:08:27Z


    BANDA ACEH – Prof Adjunct Dr Marniati M.Kes menyatakan dukungan penuh terhadap rekomendasi dan resolusi Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II yang diselenggarakan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-Indonesia) di bawah pimpinan Abuya Syekh Haji Amran Wali Al-Khalidi, pada 9–11 Oktober 2026 di Banda Aceh.
    Dukungan tersebut didasarkan pada pentingnya nilai-nilai tauhid dan tasawuf dalam memperkuat moralitas kepemimpinan, membangun kehidupan sosial yang berlandaskan ajaran Islam, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

    Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) itu menilai rekomendasi yang dihasilkan dalam muzakarah memiliki arti penting, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi upaya membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, serta tanggung jawab moral.

    Menurutnya, ajaran tauhid dan tasawuf yang berlandaskan nilai ihsan perlu menjadi salah satu fondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
    Nilai-nilai tersebut mengajarkan manusia untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesadaran moral. Prinsip ini dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan penyelenggaraan pemerintahan.

    Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II dihadiri perwakilan ulama sufi dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Palestina, Suriah, Maroko, dan Mesir.

    Selama tiga hari pelaksanaan, forum tersebut membahas berbagai persoalan keumatan, keagamaan, sosial, budaya, politik, dan kenegaraan.

    Dalam rekomendasinya, para ulama menyerukan agar nilai-nilai tauhid dan kesufian yang berlandaskan ajaran ihsan lebih digalakkan dalam membangun kehidupan masyarakat muslim. Ajaran tersebut diharapkan mampu membentuk akhlak mulia sekaligus memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia.
    Muzakarah juga menyerukan kepada para pemimpin dan pemerintah di negara-negara muslim agar memperkuat hubungan dengan para ulama serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam membangun kehidupan kebangsaan.

    Selain itu, para ulama sufi diajak memperteguh komitmen terhadap ajaran tauhid dan kesufian demi kemajuan dunia Islam serta terwujudnya peradaban global yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

    Dorong Pemerintahan yang Adil dan Berpihak kepada Masyarakat
    Salah satu poin penting dalam rekomendasi muzakarah secara khusus ditujukan kepada masyarakat Indonesia, yakni seruan agar pemerintah dan ulama bersatu membangun tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan kesufian.

    Tujuan akhirnya adalah mewujudkan kemakmuran, keadilan sosial yang merata, serta pemerintahan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

    Bagi PPA, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya menghadirkan nilai moral, tanggung jawab, dan keadilan dalam kehidupan politik serta penyelenggaraan negara.

    Politik tidak semata-mata berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

    Karena itu, dukungan terhadap rekomendasi muzakarah diharapkan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama antara pemerintah, ulama, dan masyarakat sesuai dengan peran serta tanggung jawab masing-masing.

    Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II menegaskan pentingnya menyebarluaskan dan merealisasikan rekomendasi yang telah dihasilkan agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat, bangsa, dan masyarakat dunia.

    Dukungan Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati M.Kes, terhadap rekomendasi tersebut menjadi penegasan pentingnya nilai-nilai keagamaan, moralitas, dan kemanusiaan sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang adil, beradab, dan sejahtera. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Aceh

    +