Header Ads

Bank Aceh Syariah juga melakukan pelatihan dan pembinaan UMKM

 



BANDA ACEH - ANN

Tingkat kepedulian Bank Aceh Syariah (BAS) terhadap usaha mikro kecil dan menengah tak perlu diragukan lagi.

Hal itu terbukti dengan peningkatan Pembiayaan UMKM yang telah dilakukan oleh Bank Aceh Syariah diantaranya pengembangan produk pembiayaan produktif melalui penyesuaian fitur, baik dari sisi rate maupun kemudahan- nya yaitu pengembangan pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG).

Pengembangan SRG ini telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti di Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Besar, Pidie, dan Bireuen untuk beragam komoditas seperti Gabah, Jagung, juga Kopi.

Selain itu juga pengembangan pembiayaan sektor komoditas unggulan daerah diantaranya budidaya Jagung di Bener Meriah dan Ubi/Singkong di Aceh Tamiang.

Untuk meningkatkan SDM pelaku UMKM, Bank Aceh Syariah juga melakukan pelatihan dan pembinaan secara konsisten kepada para pelaku UMKM serta menjalin kerjasama dalam bentuk penyaluran pembiayaan Linkage dengan beberapa lembaga pembiayaan mikro.

Untuk penyaluran pembiayaan UMKM, Bank Aceh Syariah pada 2020 mencatatkan trend positif yaitu tumbuh 20,8 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 993.613 juta menjadi Rp1.200.198 juta tahun 2020 serta meningkatkanya jumlah nasabah UMKM 21,4% dari tahun 2019 sebanyak 4.153 nasabah tumbuh menjadi 5.043 nasabah pada tahun 2020.

Bank Aceh Syariah turut membantu para pelaku usaha UMKM di Masa Pandemic Covid-19 diantaranya melakukan restrukturisasi pembiayaan dalam rangka stimulus perekonomian Nasional kepada nasabah terdampak COVID-19 yaitu pemberian Subsidi Margin dan Penjaminan Pembiayaan oleh Lembaga Asuransi.

Untuk peningkatan kapasitas para pelaku usaha Bank Aceh Syariah telah melakukan pelatihan kepada pelaku UMKM selama masa pandemi covid-19 dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan (prokes).

Langkah bank rakyat Aceh ini tidak berhenti sampai disini, dengan optimis Bank Aceh melanjutkan langkahnya dengan melakukan penyaluran pembiayaan berdasarkan penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Direktorat jenderal Perbendaharaan kementerian Keuangan RI sebesar lebih kurang Rp 300 Milyar.

Empati Bank Aceh Syariah kepada pelaku usaha mikro di Aceh terlihat pada pemberian fasilitas relaksasi/restrukturisasi kepada 466 nasabah/pengusaha terdampak Covid-19 dengan nominal sebesar Rp.148 miliar.

Selain itu kemudahan juga diberikan dalam bentuk relaksasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp. 2,7 miliar.

BAS Miliki Sistem IT yang Handal dan Responsif

Sebagai wujud komitmen Bank Aceh Syariah terhadap layanan nasabah, Bank Aceh Syariah melakukan transformasi dalam digitalisasi dimana Bank Aceh terus meningkatkan pengembangan sistem IT yang handal dan responsif.

Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan dan inovasi produk pembiayaan, dana dengan strategi yang dilakukan antara lain dengan penguatan infrastruktur pendukung IT yang berbasis digital, melakukan evaluasi dan upgrade untuk teknologi digital banking.

Langkah manajemen tak sampai disitu, pada November 2020, Bank Aceh meluncurkan layanan digital banking ACTION, yaitu Aceh Transaksi Online yang telah tersedia dalam platform Android maupun iOs.

Data per November 2020 jumlah user yang telah mendownload dan menggunakan aplikasi Action mobile banking Bank Aceh Syariah ini sebanyak 14.578 user dengan rincian pengguna android sebanyak 12.278 dan ios sebanyak 2.300 user.

Menurut Direktur Utama Bank Aceh Haizir Sulaiman, untuk meningkatkan layanan terhadap nasabah Bank Aceh, selanjutnya mobile banking Action akan menambahkan fitur pembayaran dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yaitu fitur yang memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan pembayaran pada merchant-merchant yang telah memiliki QRIS.

Selain itu fitur pembayaran dengan menggunakan QRIS akan sangat berguna saat kondisi pandemic Covid- 19 ini karena memberikan opsi kepada nasabah untuk dapat melakukan pembayaran tanpa uang tunai (cashless payment).

Mengutip Direktur Operasional Lazuardi yang menyatakan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat khususnya di masa pandemi covid-19, Bank Aceh Syariah melalui program Bank Aceh Peduli telah menyalurkan beragam bantuan dalam penanganan Covid-19 di Aceh dan masyarakat Aceh yang ada di Medan dengan nilai total sebesar Rp 6,3 milyar.

Bantuan disalurkan kepada masyarakat terutama untuk membantu fasilitas kesehatan dan pelayanan di Rumah Sakit (RS) serta bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak secara ekonomi akibat Covid-19.

Bantuan yang telah disalurkan antara lain berupa bantuan alat kesehatan meliputi Alat Pelindung Diri (APD), Masker Medis dan Kain, Hand Sanitize, bantuan obat– obatan dan sumplemen penambah imunitas.

Selain itu, Bank Aceh juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana non-medis seperti Wastafel Cuci Tangan, kegiatan sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan dan sejenisnya pada tempat-tempat fasilitas umum serta dukungan alat-alat sanitasi.[]

Sumber : Aceh Image

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.