Header Ads

Tim Divisi Humas Mabes Polri Sosialisikan Paham Radikalisme di Aceh Besar


Aceh Besar - ANN


Dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Paham Radikal dan Terorisme, Tim Divisi Humas Mabes Polri, Kamis (29/4/2021) memberikan sosialisasi di Dayah Raudhatul Mubarakah Desa Ulon Asan, Lembah Seulawah, Aceh Besar.


Sosialisasi tersebut diisi oleh Kabag Anev RO Div Humas Polri Kombes Pol Drs. Sugeng Hadi Sutrisno dan Muhammad Makmun Rasyid serta ikut didampingi oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S.H., SIK., M. Si, Wakapolres Aceh Besar Kompol Saiful Anam, STP., MM serta Pimpinan Dayah Raudhatul Mubarakah Tgk. Ibnu Katsir Bin Rusli.


Dalam sambutannya, Pimpinan Dayah Raudhatul Mubarakah mengucapkan selamat datang dan berterimakasih kepada pihak kepolisian yang sudikiranya datang dan memberikan pemahaman kepada santrinya tentang paham radikalisme.


"Semoga nanti santri kami bisa lebih tau tentang apa yang dimaksud dengan paham radikalisme, sehingga bisa lebih waspada dalam menerima informasi yang berpotensi memaparkan radikal," ucap Tgk Katsir.


Sementara itu, Kombes Pol Drs. Sugeng Hadi Sutrisno dalam kesempatannya menyampaikan, sosialisasi tersebut berfokus tentang cara memerangi terorisme dan mencegah paham radikalisme masuk ke Indonesia khususnya ke dayah-dayah di Aceh Besar dan sekitarnya. 


Ia juga meminta pendapat dari pimpinan dayah tersebut, tentang upaya-upaya yang bisa dilakukan pihaknya untuk mencegah dan menangkal paham radikalisme di dayah-dayah di Aceh. 


Selain itu, Sugeng juga mengatakan, santri-santri yang belajar agama di sini sangat beruntung, karena pendidikan yang diterima khususnya bidang agama Islam masih sangat kental.


"Santri disini beruntung, masih bisa menuntut ilmu agama secara tepat. Saya berharap, santri-santri ini kelak dapat membantu kami dalam mensosialisasikan paham radikal kepada masyarakat lainnya," sebut Sugeng.


Selanjutnya, Pemateri, Muhammad Makmun Rasyid menyampaikan, faham radikalisme sudah ada di indonesia dan saat ini pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian berasal dari agama Islam. Namun bukan berarti Islam itu teroris, akan tetapi oknumnya saja yang memiliki faham garis keras.


Terkait dengan penanganan, lanjut Makmun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menangkal radikalisme, yaitu dengan menjaga imunitas baik rohani maupun pikiran.


"Kita harus menjaga pikiran dan rohani kita. Apabila pikiran kita dangkal, maka inilah yang akan dimasuki gerakan radikal terorisme," tukas Makmun.


"Tugas kita yang paling penting adalah bagaimana caranya memurnikan kembali image agar Islam di mata masyarakat lebih baik, serta oknum teroris tidak dikaitkan dari agama tertentu," tandasnya.


Sosialisasi tersebut juga ikut dihadiri oleh MPU Aceh Besar, Muspika Lembah Selawah, tokoh ulama setempat, Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan para santri di Dayah Raudhatul Mubarakah.


Selanjutnya, Tim Div Humas didampingi Kabid Humas Polda Aceh memberikan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan santri dan dilanjutkan dengan pembagian sembako dari Polda Aceh kepada seluruh santri di dayah Raudhatul Mubarakah.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.