Header Ads

Wali Nanggroe Terima Apresiasi Karya Lukisan Potret Teuku Umar dari Seniman Asal Aceh Berkaril Di jogkarta


Banda Aceh
 - ANN
Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggröe Teungku Malik Mahmud Al-Haytar menerima apresiasi sebuah karya lukisan potret Teuku Umar dari seniman asal Aceh yang saat ini berkarir di Yogyakarta, di Meuligoe Wali Nanggröe Aceh, Aceh Besar, Jumat (09/04/2021).

Dalam kesempatan ini seniman yang bernama Agus riansyah Rizki putera asal Julok Aceh Timur mengatakan bahwa karya tersebut merupakan bentuk apresiasi untuk sinergisitas antara seniman dan kelembagaan Wali Nanggröe dalam perihal perkembangan dan kemajuan kesenian dalam ruang lingkup ke-Aceh-an.

"Seni, sejarah dan budaya merupakan instrumen yang saling berhubungan dalam menjaga, memelihara khazanah adat budaya dan sejarah yang telah ditinggalkan oleh para indatu-indatu terdahulu, khususnya seni rupa yang saat ini mungkin dalam ruang lingkup masyarakat kita terutama Aceh, masih membutuhkan ruang untuk pengedukasian kepada masyarakat perihal pengaruh seni rupa dalam setiap perjuangan sejarah terdahulu dan perkembangan era,” imbuhnya.

Antusias PYM Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al-Haytar dalam membangkitkan khazanah Aceh kembali sangatlah besar. Beliau mengatakan bahwa Aceh pada dahulunya merupakan sebuah bangsa yang besar,  banyak pejuang-pejuang tangguh yang berasal dari aceh seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Keumalahayati dan pejuang lainnya yang dengan gagah berani memperjuangkan Aceh agar tetap menjadi negeri yang beradab yang tidak bisa dijajah oleh bangsa asing.

"Melalui karya-karya seni seperti yang dipersembahkan oleh anak kita, Agus riansyah rizki, ini dapat melahirkan kembali semangat patriot masyarakat Aceh dalam mempertahankan identitas diri sebagai putra-puteri Aceh" ucap PYM.

Banyak seniman putera-puteri asal Aceh yang berkibar karirnya diluar Aceh, dalam hal ini seniman Agus riansyah rizki juga menyampaikan kepada PYM Wali Nanggroe bahwasannya mereka yang berkarir dalam bidang kesenian untuk dapat diberikan ruang gerak dan ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan Aceh melalui bidang kesenian.

Agus sangat berkeyakinan bahwa Aceh masih sangat mampu untuk menjadi wilayah yang berkarakter dan beridentitas kuat secara adat budaya dan agama.

“Kita yakin maka kita mampu, kita bisa lalu kita bergerak maju, maka Aceh sangat besar potensinya untuk bisa kembali mengukuhkan diri menjadi daerah yang memiliki karakter dan identitas yang kuat akan nilai-nilai ke-Aceh-annya di segala sektor termasuk dibidang seni rupa ini,” tutup agus.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.