Header Ads

21 Daerah Zona Oranye Covid-19 di Aceh, Kasus Baru


Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

Banda Aceh — ANN.co.id

Sebanyak 21 daerah Kabupaten/Kota merupakan zona oranye Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh, kecuali Nagan Raya dan Subulussalam. Sementara itu, penderita baru Covid-19 bertambah 101 orang. Pasien yang sembuh hanya satu orang, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia, dalam 24 jam terakhir.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Rabu (2/6/2021).

“Pada minggu lalu, Aceh memiliki enam daerah zona kuning, tapi kini hanya tinggal dua kabupaten/kota,” tuturnya.

Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, hasil analisis Peta Zonasi Risiko Peningkatan Kasus Covid-19 oleh Satgas Nasional minggu lalu, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulue, dan Kota Subulussalam, masih zona kuning di Aceh.

Akan tetapi, pada hasil analisis terakhir (data periode 24 Mei – 30 Mei 2021) oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, lima kabupaten itu gugur dari zona kuning dan kembali menjadi zona oranye. Hanya Kota Subulussalam yang tetap bertahan di zona kuning.

Sedangkan Kabupaten Nagan Raya, yang pada minggu lalu menyandang status zona oranye, kini berhasil naik peringkat menjadi zona kuning. Zona kuning dalam klasifikasi risiko merupakan zona risiko rendah peningkatan kasus Covid-19. Sedangkan zona oranye, zona risiko sedang peningkatan kasus terinfeksi virus corona.

Kemudian ia mengatakan, baik zona kuning maupun zona oranye bukanlah zona aman bagi penyebaran viris corona, transmisi lokal masih sangat mungkin terjadi. Karena itu, semua elemen perlu bekerja lebih keras agar segera naik kelas menjadi zona hijau, zona yang relatif aman dari lonjakan kasus Covid-19.

Peta jalan menuju zona hijau melalui upaya-upaya pengurangan kasus positif baru,  meningkatkan angka kesembuhan, dan menekan jumlah korban meninggal dunia. Protokol kesehatan, protokol perawatan pasien di rumah sakit rujukan, dan protokol isolasi mandiri, harus terus ditingkatkan secara simultan di setiap kabupaten/kota.

“Berjuang melawan virus corona harus simultan, berkolaborasi, dan melalui gerakan bersama, supaya pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” katanya.

*Data akumulatif *

Selanjutnya SAG mengatakan, bila kita lihat secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  2 Juni 2021, telah mencapai 15.420 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak  11.891 orang. Penderita yang sedang dirawat 2.750 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 599 orang.

Penambahan kasus positif baru sebanyak 101 orang dalam 24 jam terakhir, yang meliputi warga Banda Aceh 19 orang, Bireuen 12 orang, warga Aceh Tamiang dan Aceh Besar, sama-sama 11 orang. Kemudian warga Gayo Lues dan Nagan Raya masing-masing sembilan orang.

Selanjutnya warga Lhokseumawe delapan orang, Pidie enam orang, Sabang lima orang, warga Aceh Timur, dan Langsa sama-sama dua orang. Berikutnya warga Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya, masing-masing satu orang. Sisanya, tiga warga luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sudah sembuh hanya bertambah satu orang, yakni warga Simeulue. Sedangkan dua pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia masing-masing warga Langsa dan warga Nagan Raya.

“Korban meninggal dunia yang dilaporkan dua orang,” katanya memastikan.

Lebih lanjut ia paparkan data akumulatif kasus probable sebanyak 789 orang, meliputi 688 orang sudah selesai isolasi, 23 orang isolasi di rumah sakit, dan 78 orang meninggal dunia. Kasus probable yaitu kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.443 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.161 orang, sedang isolasi di rumah 209 orang, dan 73 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.[]

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.