Header Ads

Judul Iklan

Pendidikan Dalam Pusaran Pandemi

Banda Aceh I ANN.co.id

Pendidikan merupakan satu hal penting dan menjadi sumber ilmu bagi manusia. Banyak sekali manfaat pendidikan bagi kehidupan seseorang di masa sekarang hingga masa depan. Setiap manusia bisa mendapatkan pendidikan formal dan non-formal. Untuk pendidikan formal sendiri dilakukan sejak usia dini, pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.

Namun sejak akhir 2019 sampai saat ini pendidikan tidak bisa berjalan dengan semestinya, sistem pendidikan harus diubah. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia dan juga Dunia. Dilansir dari The Sun, Covid-19 adalah singkatan dari Corona (CO), Virus (VI) Disease (D) dan tahun 2019 (19), yang mana virus corona Covid-19 ini pertama kali muncul di tahun 2019.

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia tak terkecuali di Aceh hanya dalam waktu beberapa bulan saja telah menyebar di 23 Kabupaten/Kota. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Covid-19 adalah virus yang menyerang saluran pernapasan manusia, virus ini ditularkan dari orang yang terinfeksi corona (batuk, bersin, dan juga sentuhan). Karena penyebarannya yang terlalu mudah dan cepat, apabila orang yang terinfeksi tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan kematian.

Saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat di belahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu relatif singkat, namanya menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik.  

Dibeberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda.

Seiring berjalannya waktu kasus positiv Covid-19 di dunia semakin mencengangkan, ubdate data terakhir Covid-19 dunia sumber Kompas.com yang dirilis dari worldomesters tanggal  27 September 2021 tercatat jumlah kasus positif dunia sebanyak 232.575.144 kasus, dari jumlah itu sebanyak 4.761.434 orang meninggal dunia dan 209.189.893 orang dinyatakan sembuh, sedangkan Indonesia sendiri jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 4.208.013 jiwa dan kasus meninggal dunia 141.467 jiwa serta 4.023.777 jiwa dinyatakan sembuh. Sehingga memaksa pemerintah mengubah pola-pola distensing dari PSPB, PSBB Transisi, PPKM Darurat hingga PPKM empat level. sumber (peta sebaran/covid 19) covid19.go.id

Upaya lain Pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19 ini adalah dengan cara penyuntikan Vaksin secara menyeluruh kepada seluruh Rakyat Indonesia, vaksinasi merupakan cara yang paling efektif dalam mencegah penularan Covid-19 dalam masyarakat. Saat ini jumlah yang telah di vaksin oleh pemerintah untuk dosis pertama sebanyak 86.460.685 orang dan tahap kedua 48.526.648 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, lansia, petugas publik, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan masyarakat rentan serta anak usia 12-17 tahun. sumber (peta sebaran/covid 19) covid19.go.id. 

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, tujuan pembelajaran dan hakikat kemanusiaan. Jika selama ini manusia dipaksa hidup dalam situasi serba cepat, bekerja tanpa henti, dan kejar target pertumbuhan ekonomi dalam sistem kompetisi. Namun, persebaran Virus Corona (Covid-19) yang menjadi krisis besar manusia modern, memaksa kita untuk sejenak berhenti dari pusaran sistem, serta melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya.

Manusia dipaksa ‘berhenti’ dari rutinitasnya, untuk memaknai apa yang sebenarnya dicari dari kehidupan. Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saat ini. Penulis konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk dibincangkan dan didiskusikan sebagai masukan kepada pemerintah, pelaku pendidikan dan kita semua.

Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan

Dunia Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat terdampak dengan adanya wabah Covid-19 ini. Pemerintah dalam hal ini melalui tenaga pendidik dan kependidikan berusaha maksimalkan lajunya pendidikan agar pendidikan bisa berjalan dengan baik walaupun dalam keadaan pandemi seperti ini. sejak pandemi Covid-19 melanda, pemerintah mencanangkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dengan sistem Daring (dalam jejaring) upaya ini dilakukan oleh Pemerintah agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik walaupun menggunakan sistem yang berbeda.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Dimana beberapa daerah di Indonesia memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi di Indonesia yang berdampak buruk terhadap covid-19 yaitu pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah di tiap-tiap daerah. Sekolah-sekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring, dimana membutuhkan media pembelajaran seperti handphone, laptop dan jaringan internet.

Dari banyak metode yang dipakai, metode pembelajaran Daring (dalam jaringan) kian digandrungi. Pembelajaran jenis ini dilakukan tanpa melakukan tatap muka, melainkan melalui platform yang telah tersedia, dan dalam kondisi seperti ini, mau tidak mau, suka tidak suka, para pendidik diharuskan untuk bisa beradaptasi, apalagi peserta didik masih membutuhkan bantuan para pendidik untuk menggunakan sejumlah aplikasi baru selama belajar di rumah atau SAH (Study At Home) atau Home Learning.

Sistem pembelajaran Daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran daring di antaranya Google Drive, sebagai tempat menyimpan data secara online. Ada juga Google Docs. Google Docs familiar dengan Microsoft Word, juga ada Google Spreadsheet yang kompatibel dengan Microsoft Exel, dan Google Slides untuk presentasi menggunakan power point.

Pada dasarnya, aplikasi-aplikasi pembelajaran tersebut membantu kegiatan pembelajaran jarak jauh. Meskipun begitu, ibarat dua sisi mata uang, pembelajaran Daring memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya adalah pembelajaran Daring lebih efektif dari sisi waktu dan tempat. Peserta didik bisa menghemat waktu ke sekolah atau kampus dengan mengikuti proses belajar dari rumah dan bisa mengikuti pembelajaran dimana saja. Penggunaan biaya dan waktu lebih efisien, dan yang penting juga, partisipasi peserta didik sangat terukur mengingat suasananya lebih rileks. Semua orang bisa berpendapat tanpa rasa takut dan segan. 

Sementara kelemahannya adalah sulitnya mengontrol mana peserta didik yang serius mengikuti pelajaran dan mana yang tidak, belum lagi tingkat penerimaan peserta didik yang berbeda, terlebih lagi mata pelajaran produktif di Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) dimana 70 persen praktek dan 30 persen tiori, maka hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran di SMK.

Meskipun demikian selain memiliki banyak keuntungan pola pembelajaran online juga menelan kerugian atau minus. Walau bagaimana pun pastinya segala sesuatu ada baik dan ada buruknya juga. Minusnya pembelajaran online yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut: tugas menumpuk, menghabiskan banyak quota internet, materi pembelajaran sulit di dapat, adu pendapat yang sulit terselesaikan, dan kesosialan terganggu. Bagi dunia pendidikan yang belum siap akan mengalami beberapa kendala seperti kurangnya akses internet, infrastruktur yang tidak memadai.

Selain yang dipaparkan di atas kerugian pembelajaran online lainnya adalah keterampilan praktek sulit di dapat dari sumber online, siswa merasa terisolasi/terasing, dalam jangka waktu yang lama dapat mengalami gangguan kesehatan pada mata dan pinggang, hp penuh notif, cepat lowbatd, dan tidak bisa jauh dari hp. Sering miss communication, tidak focus, cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan, guru berubah dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT), motivasi belajar rendah, tidak semua tempat terdapat jaringan, kurang penguasaan komputer, interaksi guru-siswa serta intra siswa berkurang.

Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet, apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringannya tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga menjadi permasalahan besar yang banyak terjadi pada siswa dalam mengikuti pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya.

Selain itu pemeblajaran Daring membuat para orang tua kewalahan dalam mengarahkan anak-anaknya. Hampir diberbagai media sosial menceritakan pengalaman orangtua siswa selama mendampingi anak-anaknya belajar baik positif maupun negatif. Misalnya ada orangtua yang sering marah-marah karena mendapatkan anaknya yang sulit diatur sehingga mereka tidak tahan dan menginginkan anak mereka belajar kembali di sekolah.

Kejadian ini memberikan kesadaran kepada orangtua bahwa mendidik anak itu ternyata tidak mudah, diperlukan ilmu, seni dan kesabaran yang sangat besar. Sehingga dengan kejadian ini orangtua harus menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak mereka dalam belajar. Setelah mendapat pengalaman ini diharapkan para orangtua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah karena tanggung jawab orang tua terhadapa pendidikan anak itu lebih besar dibandingkan dengan masyarakat dan stakeholder lainnya.

Perlu disadari bahwa ketidaksiapan guru dan siswa terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Perpindahan sistem belajar konvensional ke sistem daring amat mendadak, tanpa persiapan yang matang. Tetapi semua ini harus tetap dilaksanakan agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan siswa aktif mengikuti walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Solusi atas permasalahan ini adalah pemerintah harus memberikan kebijakan dengan membuka gratis layanan aplikasi daring bekerjasama dengan provider internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring, seperti yang telah dilakukan pemerintah selama ini harus terus genjot dan fokus dijalankan supaya akses internet dalam masyarakat pendidikan dapat dengan meudah diakses secara gratis.

Pemerintah juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring. Bagi sekolah-sekolah perlu untuk melakukan bimbingan teknik (bimtek) online proses pelaksanaan daring dan melakukan sosialisasi kepada orangtua dan siswa melalui media cetak dan media sosial tentang tata cara pelaksanaan pembelajaran daring, tentu yang berkaitan dengan peran dan tugasnya.

Dengan demikian, pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pemerintah terutama pihak sekolah/madrasah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif dan efisien.

Oleh karena itu kendala-kendala ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan, kita yang harus mengejar pembelajaran daring secara cepat. Padahal, secara teknis dan sistem belum semuanya siap. Selama ini pembelajaran online hanya sebagai konsep, sebagai perangkat teknis, belum sebagai cara berpikir, sebagai paradigma pembelajaran. Padahal,  pembelajaran online bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari. 

Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Pendidikan berbasis teknologi dinilai akan tetap relevan setelah pandemi Covid-19 berakhir. Guru didorong menggunakan teknologi untuk menyampaikan materi secara komprehensif dan menyenangkan. Siswa juga didukung untuk mengeksplorasi minat dengan teknologi.

Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti sedia kala secara tatap muka karena dengan kehadiran guru dan siswa disekolah maka dengan sendirinya dapat meningkatkan kualitas belajar serta bisa berinteraksi langsung dikelas. Aamiin Yarabbal’alamin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.