Iklan

Category 2

DKP Aceh Sebanyak 30 Nelayan dan Nahkoda Ikuti Bimtek Sertifikasi Awak Kapal

12/04/21, Sabtu, Desember 04, 2021 WIB Last Updated 2021-12-04T13:21:57Z
BANDA ACEH - Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh adakan bimtek sertifikasi awak kapal perikanan yang berlangsung selama satu hari di Hotel Rasamala, Banda Aceh, Sabtu (4 Desember 2021).

Kegiatan ini juga mengangkat tema Sertifikasi Keterampilan Penanganan Ikan Tingkat (SKPI-I).

Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh yang diwakili Kabid Perikanan Tangkap, A. Kadir melalui Kasi SDI, Afrizal ST MP saat membuka kegiatan mengatakan, berlangsungnya bimtek ini sesuai dengan amanah kadis ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki penanganan kualitas kapal, saat ini banyak ikan yang ditangkap dengan potensi yang luar biasa tapi nilainya rendah karena di dinas perikanan juga ada beberapa penilaian mutu yang sudah di sertifikasi dengan adanya great A, B dan C. 

"Terkadang hasil tangkapan itu jarang mendapatkan great A, malahan kebanyakan mendapat great B dan C posisinya," ujarnya. 

Ia katakan, alhamdulillah kegiatan ini juga dihadiri juga koordinator pengawakan di KKP Direktorat Kapal Apit, Iqbal yang juga sebagai penanggung jawab aktivitas kenelayanan.

"Kapal di Aceh juga banyak yang berkreaktif aneh-aneh, kayaknya mulai hari ini juga ada gabungan dari kapal 30 PT termasuk kapal kecil hingga kapal besar, kalau untuk kapal besar alhamdulillah sudah mulao paham sebagaimana menangani ikan, adapun misalnya sudah sering didengar sistem rantai dingin yakni sebagai bagian upaya untuk dapat menyimpan ikan agar dapat bertahan lebih lama guna tetap terjaga mutunya sehingga ikan tidak luka dan tidak dipengaruhi oleh bakteri proses pembusukan," katanya.

Afrizal juga menyampaikan, peserta yang mengikuti bimtek ini semua dari kalangan nelayan dan nahkoda dari pelabuhan perikanan kuta raja dengan harapan dapat lebih memahami paparan dari pemateri sehingga nantinya dapat disampaikan kepada nelayan lainnya.

koordinator pengawakan di KKP Direktorat Kapal Apit, Iqbal menambahkan, peserta yang teridiri dari nelayan dan nahkoda ini nantinya akan diberikan sertifikat bahwa sebagai bukti nantinya telah mengikuti bimtek sertifikasi yang juga dibalik ini akan ada keterangan dalam mendapatkan informasi yang sudah diterima usai mengikuti bimtek ini misalnya dengan prinsip dalam penanganan ikan harus bersih serta alat yang digunakan dan harus cermat maupun cepat dengan hati.

"Adapun juga akam disampaikan terkait pemateri perihal izin personal untuk memperhatikan kebersihannya saat menangani ikan, selanjutnya pemateri yang juga membahas organ oleptik dalam mengenali ikan yang masih bagus ataupun tidak dalam penanganan ikan tentunya juga langsung bisa dipisahkan ikan yang bagus dalam wadah lainnya sehingga tidak dicampur," ujarnya. 

Namun, kegiatan bimtek sertifikasi ini juga harus mengetahui ada tiga hal yang harus diingat dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap nelayan terutama saat memperlakukan dan mengangkut ikan yang juga penting untuk menjaga mutu ikan khususnya sebagai konsumsi kebutuhan hari-hari masyarakat juga terutama. 

Sementara itu, Koordinator Penyelenggaraan yang juga selaku Kepala Seksi Pengembangan Usaha dan Kenelayanan DKP Aceh, Hasan Harahap M SE mengatakan, kegiatan bimtek sertifikasi ini diikuti sebanyak 30 peserta untuk meningkatkan kemampuan nelayan yang juga bisa dilihat dari legalitas sertifikat terkait masalah dalam penangkapan ikan, yang terpentingnya paling utama juga dalam pemahaman dalam proses bongkar muat untuk higenisnya.[]
Komentar

Tampilkan

Terkini