Berdasarkan laporan terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB) masih berada dalam kondisi sehat dan stabil. Likuiditas perbankan terjaga dengan baik, rasio kecukupan modal (CAR) berada jauh di atas ketentuan minimum, serta tingkat kredit bermasalah (NPL) terkendali. Kondisi ini menegaskan bahwa sistem keuangan nasional tetap resilien terhadap tekanan eksternal.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko, transformasi digital, serta penerapan prinsip keuangan berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya tahan sektor jasa keuangan. “Kita harus memastikan bahwa sektor keuangan tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menopang stabilitas dan inklusi ekonomi secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain itu, OJK juga terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memastikan koordinasi kebijakan yang efektif. Langkah-langkah antisipatif terhadap gejolak global, seperti fluktuasi nilai tukar, suku bunga, dan harga komoditas, terus dilakukan guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.Dari sisi pasar modal, kinerja investasi domestik tetap positif, ditopang meningkatnya minat investor ritel dan dukungan pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, energi hijau, serta ekonomi digital. Sementara itu, industri keuangan non-bank turut memperkuat perannya melalui perluasan akses pembiayaan mikro dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.
OJK juga menekankan pentingnya digitalisasi sektor keuangan untuk mendorong efisiensi dan inklusi. Melalui inovasi keuangan digital (IKD), fintech lending, dan sistem pembayaran berbasis QRIS, jutaan masyarakat kini semakin mudah mengakses layanan keuangan formal, termasuk di wilayah terpencil.
Dengan fondasi yang kuat, koordinasi lintas sektor, dan kebijakan yang adaptif, sektor jasa keuangan Indonesia diyakini akan terus menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Resiliensi sektor keuangan adalah kunci untuk menghadapi ketidakpastian global. Dengan tata kelola yang baik dan kolaborasi yang kuat, Indonesia optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif,” pungkas pejabat OJK tersebut []