• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    Perkuat Pemulihan Pascabencana, BKKBN Aceh Bekali Relawan dengan Dukungan Psikososial dan Keterampilan Komunikasi

    2/18/26, Rabu, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T05:51:44Z
    Banda Aceh, 12 Februari 2026
    Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir tahun 2025 tidak hanya menyisakan kerusakan infrastruktur dan kerugian material, tetapi juga meninggalkan luka psikologis bagi masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan keluarga yang kehilangan rasa aman akibat terganggunya kehidupan sehari-hari.

    Situasi pascabencana kerap memunculkan kecemasan, ketakutan, dan rasa kehilangan yang jika tidak ditangani secara tepat dapat menghambat proses pemulihan keluarga. Oleh karena itu, dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi, tidak hanya untuk memulihkan kondisi mental penyintas, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga menghadapi situasi krisis.

    Sebagai bentuk komitmen dalam penguatan kapasitas relawan, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh menyelenggarakan Workshop Dukungan Psikososial bagi Relawan Tahun 2026, yang diikuti 60 relawan dan Aparatur Sipil Negara, termasuk Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB).

    Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta, ditandai dengan penandatanganan kerja sama dan pelatihan yang dipandu langsung oleh psikolog sekaligus dosen, Untung Subroto Dharmawan, S.Psi., M.Psi.

    Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi terkait Psychological First Aid (PFA), teknik stabilisasi emosi, kode etik pendampingan, serta simulasi pendampingan psikososial di lapangan. Peserta dilatih memahami kondisi psikologis penyintas serta mempraktikkan pendekatan empatik yang membantu korban kembali merasa aman dan mampu menjalani proses pemulihan secara bertahap.

    Selama pelatihan, peserta aktif mengikuti simulasi dan latihan peran sehingga mampu memahami situasi nyata yang sering dihadapi relawan saat mendampingi korban bencana di lapangan. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kemampuan relawan dalam memberikan dukungan secara profesional, empatik, dan responsif.

    *𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝘆𝘂𝗹𝘂𝗵 𝗞𝗕*

    Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan public speaking dan komunikasi efektif, sebagai bekal penting bagi penyuluh dan relawan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, terutama di situasi pascabencana.

    Peserta mempraktikkan teknik pengolahan vokal, cara mengendalikan rasa gugup, membangun interaksi dengan audiens, hingga strategi menjaga perhatian peserta penyuluhan agar tetap fokus pada materi yang disampaikan. Materi juga menekankan pentingnya komunikasi sederhana, humanis, dan kontekstual agar pesan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat.

    Pelatihan berlangsung dinamis dengan berbagai simulasi komunikasi lapangan, termasuk teknik menarik perhatian masyarakat saat kegiatan posyandu atau penyuluhan desa, serta cara mengelola situasi ketika peserta mulai kehilangan fokus.

    Peserta juga dibekali teknik sederhana mengatasi kecemasan saat berbicara di depan umum, seperti latihan pernapasan, afirmasi diri, serta teknik relaksasi singkat sebelum tampil di hadapan masyarakat.

    Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan bekal penting bagi penyuluh KB dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya saat menjadi relawan di wilayah terdampak bencana.

    “Pelatihan ini sangat membantu kami sebagai penyuluh. Kami jadi lebih siap dalam berkomunikasi, terutama ketika harus memberikan edukasi sekaligus mendampingi masyarakat yang sedang mengalami situasi sulit akibat bencana,” ujarnya.

    Sementara itu, narasumber pelatihan, Untung Subroto Dharmawan, menilai antusiasme dan keterampilan peserta menjadi modal penting dalam penguatan kapasitas relawan. 

    “Para penyuluh sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar yang baik. Tugas kami hanya membantu memoles dan memperkuat keterampilan komunikasi serta teknik pendampingan agar mereka semakin percaya diri saat bertugas di masyarakat,” jelasnya.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar kompetensi relawan dan penyuluh terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

    *Implementasi kepada penyintas di wilayah terdampak*

    Tindak lanjut kegiatan, para peserta yang dipersiapkan menjadi relawan mengunjungi SD Negeri 1 Desa Meurah Dua kab Pidie Jaya untuk memberikan art activity kepada anak anak dan remaja penyintas bencana hidro metrologi Aceh.

    Dalam kegiatan tersebut, mentor dan peserta mempraktekkan langsung hal yang telah dipelajari sekaligus memberikan kesan bahagia dan menyenangkan dengan aktifitas menggambar dan melukis. 

    Melalui workshop ini, Kemendukbangga/BKKBN
    Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh berharap para relawan dan penyuluh semakin siap memberikan pendampingan psikososial secara empatik, profesional, dan responsif, sehingga keluarga terdampak bencana mampu bangkit lebih kuat dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.


    Penulis: Surya Rizky
    Foto: Rizqa Andriani
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini