Simeulue – Tokoh muda Aceh, Ghufran, mendorong percepatan pembangunan desa nelayan serta pembangunan jembatan strategis di Kabupaten Simeulue. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di daerah kepulauan itu.
Menurut Ghufran, potensi kelautan dan perikanan Simeulue sangat besar, namun belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa nelayan harus menjadi prioritas, mulai dari penyediaan sarana tambat labuh, tempat pelelangan ikan (TPI), cold storage, hingga akses permodalan bagi para nelayan.
“Desa nelayan perlu mendapat perhatian khusus. Dengan fasilitas yang memadai, hasil tangkapan bisa lebih bernilai dan kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Ghufran juga menyoroti pentingnya pembangunan jembatan strategis untuk membuka akses antar desa dan memperlancar distribusi hasil perikanan maupun kebutuhan pokok masyarakat. Ia menilai, infrastruktur jembatan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan mobilitas warga secara umum.
Kabupaten Simeulue sebagai wilayah kepulauan memiliki tantangan geografis tersendiri. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan daerah. Ghufran berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat bersinergi dalam merealisasikan program tersebut.
“Pembangunan desa nelayan dan jembatan strategis harus masuk dalam perencanaan prioritas. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang masa depan masyarakat Simeulue,” tegasnya.
Dengan adanya dukungan berbagai pihak, diharapkan pembangunan di Simeulue dapat berjalan lebih cepat dan merata, sehingga potensi besar daerah tersebut mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat.[]