• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    BSI Ajak Mahasiswa Baru USK Jauhi Judi Online, Waspada Kejahatan Siber dan Rencanakan Keuangan untuk Berhaji

    8/14/26, Jumat, Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T13:47:08Z

    BANDA ACEH – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar sesi literasi keuangan dalam rangkaian Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) 2026, Selasa (11/8/2026).
    Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa baru secara luring dan sekitar 6.500 mahasiswa secara daring. Dalam kesempatan itu, BSI mengajak mahasiswa baru USK untuk menjauhi judi online, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, serta mulai membangun kebiasaan mengelola dan merencanakan keuangan sejak dini, termasuk mempersiapkan dana untuk menunaikan ibadah haji.

    Materi disampaikan Muzakkir, Branch Manager BSI Cabang Universitas Syiah Kuala. Ia membahas tiga isu penting yang dinilai relevan bagi generasi muda, yakni bahaya judi online, kejahatan siber yang mengincar data dan rekening, serta pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.

    Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang perlu meningkatkan literasi keuangan karena mulai berhadapan langsung dengan rekening bank, kartu debit, layanan perbankan digital, hingga berbagai platform transaksi keuangan.

    Judi Online Bukan Hiburan, tetapi Jebakan
    Muzakkir menjelaskan, judi online kerap dikemas sebagai hiburan dengan menawarkan bonus, promosi, dan iming-iming keuntungan besar. Pengguna kemudian terdorong mencoba dengan taruhan kecil, mengalami menang-kalah, hingga akhirnya meningkatkan taruhan untuk mengejar kerugian.

    “Kebiasaan tersebut dapat berdampak luas, bukan hanya terhadap kondisi keuangan, tetapi juga psikologis, hubungan sosial, prestasi akademik, hingga keamanan data pribadi,” ujarnya.
    Dari sisi keuangan, judi online dapat menguras tabungan dan meningkatkan risiko utang. Sementara secara psikologis, seseorang dapat mengalami stres, kecemasan, sulit berkonsentrasi, hingga dorongan untuk terus bermain meskipun mengalami kerugian.

    Untuk mencegahnya, mahasiswa diminta mengenali berbagai pemicu judi online, menghindari akun, grup, iklan maupun konten yang mengarah pada perjudian, serta memblokir situs dan akun mencurigakan.

    Mahasiswa juga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap janji “pasti menang”, bonus maupun testimoni kemenangan. Pengelolaan uang secara disiplin dengan memisahkan kebutuhan pokok, tabungan dan kebutuhan masa depan juga dinilai penting.
    Waspadai Phishing hingga Social Engineering

    Selain judi online, BSI mengingatkan mahasiswa baru USK terhadap berbagai modus kejahatan siber yang dapat mengancam rekening dan data pribadi.
    Sejumlah modus yang dibahas antara lain phishing, yakni penipuan melalui situs palsu yang menyerupai situs resmi; smishing melalui pesan singkat atau WhatsApp; vishing melalui panggilan telepon; malware yang dapat mencuri informasi dari perangkat; skimming pada mesin ATM; serta social engineering, yaitu manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi penting dari korban.
    Muzakkir mengingatkan mahasiswa agar tidak pernah memberikan PIN, OTP, kata sandi maupun data pribadi kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
    Mahasiswa juga dianjurkan mengaktifkan verifikasi dua langkah, memastikan kebenaran tautan sebelum mengkliknya, memperbarui aplikasi dan sistem operasi, menggunakan kata sandi yang kuat, serta menghindari 

     perbankan melalui Wi-Fi publik.
    Untuk menjaga keamanan rekening, mahasiswa juga diminta menggunakan aplikasi resmi bank, mengaktifkan notifikasi transaksi dan menyesuaikan batas transaksi harian dengan kebutuhan.
    Mulai Menabung untuk Berhaji Sejak Muda
    Dalam sesi tersebut, BSI juga menyampaikan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Salah satu tujuan yang diperkenalkan kepada mahasiswa adalah mempersiapkan dana untuk menunaikan ibadah haji.

    Melalui program “Langkah Emas Berhaji Bersama BSI”, mahasiswa diajak memahami bahwa perencanaan haji dapat dimulai sejak usia muda dengan menyisihkan dana secara konsisten.
    BSI memaparkan, kuota keberangkatan haji Indonesia setiap tahun berada di kisaran lebih dari 200 ribu jamaah, sedangkan jumlah pendaftar haji reguler baru mencapai lebih dari 500 ribu orang per tahun. Kondisi tersebut menyebabkan masa tunggu haji menjadi panjang.
    Dalam sesi tersebut juga disampaikan simulasi menabung dengan setoran awal Rp25 juta. Jika mulai menabung pada usia 18 tahun dan menargetkan pendaftaran haji pada usia 23 tahun, misalnya, diperlukan tabungan sekitar Rp416.667 per bulan atau Rp13.889 per hari.
    Dengan masa menabung lebih panjang, kebutuhan setoran menjadi lebih ringan. Untuk target pendaftaran pada usia 28 tahun, misalnya, diperlukan sekitar Rp208.333 per bulan atau Rp6.944 per hari.

    Simulasi tersebut menunjukkan pentingnya memulai perencanaan sejak dini. Dengan kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten, mahasiswa dapat mempersiapkan berbagai tujuan keuangan tanpa harus menunggu hingga usia lanjut.
    Sinergi Kampus dan Perbankan Syariah
    Literasi keuangan dalam Pakarmaru 2026 menjadi bagian dari sinergi USK dan BSI dalam membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan finansial yang relevan dengan tantangan kehidupan digital.

    Mahasiswa tidak hanya diharapkan memahami bahaya judi online dan kejahatan siber, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan menjaga keamanan data, mengelola uang secara disiplin, serta menyusun tujuan keuangan jangka panjang.

    Melalui kegiatan tersebut, BSI dan USK mendorong generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan layanan keuangan digital dan tidak menunda perencanaan masa depan.

    Kebiasaan mengelola keuangan secara sehat sejak mahasiswa diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam membangun kemandirian finansial, sekaligus mewujudkan cita-cita besar, termasuk menunaikan ibadah haji.[]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini