BANDA ACEH, 28 Agustus 2026 — Bank Indonesia mendorong Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh tidak hanya berperan sebagai komunitas penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan, tetapi juga menjadi generasi muda yang mampu membawa perubahan sekaligus menyampaikan informasi ekonomi dan kebanksentralan secara kreatif melalui media digital.
Semangat tersebut disampaikan kepada 413 mahasiswa penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Bank Indonesia dalam kegiatan Capacity Building GenBI Aceh 2026 yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (27-28/8/2026), di Banda Aceh.
Mengusung tema “Create, Connect, Inspire: Turning Ideas into Impactful Content”, kegiatan tersebut membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai kebijakan dan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral. Peserta juga dilatih mengubah informasi kebanksentralan menjadi konten digital yang kreatif, relevan, dan mudah dipahami oleh generasi muda.
Peserta berasal dari enam perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Teuku Umar, Universitas Abulyatama, Universitas Muhammadiyah Aceh, dan Universitas Serambi Mekkah.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia mengembangkan kapasitas generasi muda sebagai modal penting dalam mengoptimalkan bonus demografi menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Bank Indonesia berharap GenBI dapat menjadi motor perubahan dan tidak hanya dikenal sebagai mahasiswa penerima bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai generasi muda yang memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan kepengurusan GenBI Aceh 2026 yang disaksikan jajaran perwakilan rektor dari keenam perguruan tinggi. Pelantikan tersebut menjadi penanda sinergi antara Bank Indonesia dan dunia akademik dalam mencetak generasi muda yang unggul.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Talkshow Kebijakan Bank Indonesia. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran dan tugas Bank Indonesia yang tercermin dalam tiga pilar utama, yakni kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran.
Semangat untuk terus berkembang juga dibagikan melalui Talkshow Inspiratif Alumni GenBI Aceh. Dua alumni, Muhammad Akral dan Fitri Adha Afya, berbagi pengalaman selama aktif di GenBI.
“Pengalaman berorganisasi dan berjejaring merupakan hal yang paling berharga. Relasi dan kemampuan kerja sama selama di GenBI benar-benar terpakai di dunia kerja,” ujar Fitri.
Sementara itu, Akral mengajak mahasiswa agar tidak ragu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Jangan pernah lewatkan kesempatan datang sekecil apa pun,” imbaunya.
Selain pemahaman kebanksentralan, peserta juga mendapatkan pelatihan komunikasi digital. Bank Indonesia Aceh menghadirkan Billal Faranov, content creator asal Aceh yang dikenal melalui seri podcast Suara Berkelas.
Pelatihan dilakukan secara praktis, mulai dari menemukan ide dan menentukan angle, menyusun hook, membangun storytelling dan script, hingga teknik pengambilan gambar menggunakan smartphone serta dasar-dasar penyuntingan video.
Billal menekankan bahwa langkah pertama dalam membuat konten bukanlah mengejar kesempurnaan, melainkan keberanian untuk memulai.
“Yang paling penting itu mulai dulu. Jangan terlalu banyak mikir tentang hasil di awal, karena kualitas itu akan terus membaik seiring kita terus ngonten,” ujarnya.
Bank Indonesia menilai informasi mengenai ekonomi dan kebanksentralan terkadang terasa jauh dan rumit bagi masyarakat. Karena itu, GenBI diharapkan dapat mengambil peran untuk mengomunikasikan informasi tersebut secara sederhana, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.
Melalui Capacity Building GenBI Aceh 2026, Bank Indonesia berharap lahir generasi muda Aceh yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menjadi communication amplifier yang memperluas jangkauan pesan-pesan Bank Indonesia di ruang digital.
Dengan kemampuan tersebut, GenBI diharapkan mampu menjembatani informasi ekonomi dan kebanksentralan kepada masyarakat secara lebih dekat, relevan, dan mudah dipahami.[]