Seorang petugas PLN UID Aceh meninjau kesiapan infrastruktur stasiun pengisian daya (EV Charging Station) di area tambang PT Mifa Bersaudara.
Meulaboh - Deru mesin berbahan bakar fosil yang biasanya mendominasi kawasan operasional tambang perlahan mulai tergantikan oleh heningnya inovasi. Di bawah terik matahari pesisir barat Aceh, sebuah langkah bersejarah menuju kelestarian lingkungan mulai ditorehkan. Pada Sabtu (15/8) lalu, kawasan operasional PT Mifa Bersaudara di Meulaboh, Aceh Barat, menjadi saksi peresmian fasilitas dan operasional alat angkut bertenaga listrik (Electric Vehicle/EV) yang turut dikawal penuh oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh.
Barisan truk angkut bertenaga listrik (EV) pada peresmian untuk mendukung operasional tambang ramah lingkungan di PT Mifa Bersaudara, Meulaboh.
Transformasi penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas pengangkutan batu bara dari Run of Mine (ROM) menuju pelabuhan ini bukan sekadar pameran teknologi industri. General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, melihatnya sebagai manifestasi nyata dari tanggung jawab sosial korporasi terhadap kelestarian alam dan kenyamanan hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Kehadiran operasional alat angkut EV ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mewujudkan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang sehat. PLN selalu siap dan bersiaga memastikan keandalan pasokan listrik guna mendukung penuh transisi energi yang ramah lingkungan ini," tegas Eddi.
Barisan truk angkut bertenaga listrik (EV) pada peresmian untuk mendukung operasional tambang ramah lingkungan di PT Mifa Bersaudara, Meulaboh.
Semangat perubahan menuju ekosistem hijau itu terasa semakin kental tatkala Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Aceh, Eriasmono, memberikan pandangannya. Baginya, peresmian ini bukanlah seremonial semata, melainkan sebuah langkah kecil yang dirancang untuk membawa lompatan perubahan yang besar bagi Aceh.
"Dari tambang kita mengambil energi, dengan listrik kita mengubah cara menggunakannya, dan dengan inovasi kita menjaga masa depan. Transformasi energi bukan berarti meninggalkan aktivitas ekonomi, tapi mengubah cara kita menjalankannya agar lebih efisien, semakin ramah lingkungan, dan semakin berkelanjutan," ujar Eriasmono di hadapan para tamu undangan.
Dalam ekosistem baru ini, Eriasmono menegaskan bahwa posisi PLN telah berevolusi. "Kami PLN hadir bukan sebagai pemasok listrik, tetapi sebagai mitra strategis dalam perjalanan transformasi energi pelanggan. Kami siap mendukung kebutuhan kelistrikan PT Mifa Bersaudara agar proses elektrifikasi ini dapat berjalan secara andal, aman, dan ekonomis," tambahnya.
Resonansi positif dari langkah strategis ini juga diamini oleh pihak regulator. Koordinator Inspektur Tambang Aceh dari Kementerian ESDM, Haris Mirza, S.T., memandang elektrifikasi di area tambang sebagai wujud ketaatan mutlak industri terhadap penerapan good mining practice.
"Langkah komprehensif dari operasional berbasis listrik ini secara langsung akan menekan emisi gas buang dan menjaga kualitas udara. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat esensial bagi kesehatan serta kenyamanan masyarakat luas. Kami di pemerintahan sangat mendukung inovasi yang berpihak pada pelestarian alam ini," papar Haris.
Pada akhirnya, inisiatif membumikan kendaraan listrik di area industri adalah ikhtiar bersama dalam merawat kehidupan. PT PLN (Persero) UID Aceh berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik demi mendorong kemajuan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan ekosistem. Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan prima yang sejalan dengan gaya hidup modern yang serba efisien, PLN mengajak seluruh pelanggan untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Melalui sentuhan jari di layar smartphone, masyarakat dapat mengakses segala kebutuhan layanan kelistrikan—mulai dari pengaduan, informasi tagihan, hingga pembelian token—kapan saja dan di mana saja.