• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    OJK Aceh Serahkan 1.150 Rekening Tabungan dan 1.000 Polis Asuransi bagi Pelajar Bireuen

    8/27/26, Kamis, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T16:54:20Z
    BIREUEN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh memperkuat literasi dan inklusi keuangan pelajar melalui peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026.
    Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bireuen, Kamis (27/8/2026), dan diikuti lebih dari 1.300 pelajar dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, SMA Negeri 1 Juli, serta Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen.

    Dalam kegiatan itu, OJK bersama industri jasa keuangan menyerahkan 1.150 rekening tabungan pelajar dan 1.000 polis asuransi kecelakaan diri. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal sekaligus memperkuat perlindungan bagi pelajar.

    Pembukaan rekening tabungan diharapkan dapat mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung sejak dini. Sementara itu, kepemilikan asuransi memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan diri sesuai dengan ketentuan polis.

    Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga mengatakan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan masyarakat yang sehat dan bertanggung jawab.

    “Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, melainkan cara kita menabung harapan dan merancang masa depan yang berdaulat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pelajar tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mengenal produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta memahami pentingnya pelindungan terhadap berbagai risiko,” ujar Daddi.

    Menurutnya, OJK terus mendorong perluasan akses keuangan formal melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan agar manfaat sektor jasa keuangan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

    “Kehadiran OJK di tengah masyarakat harus memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, edukasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan pembukaan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis mengapresiasi sinergi OJK Provinsi Aceh, industri jasa keuangan, dan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memperluas edukasi serta akses keuangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
    “Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Aceh, jajaran perbankan, dan industri jasa keuangan atas kolaborasi yang telah terbangun. Edukasi dan akses keuangan bagi pelajar merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang lebih mandiri dan mampu mengelola keuangan secara bijak,” ujar Mukhlis.

    Selain penyerahan rekening tabungan dan polis asuransi, para pelajar juga mendapatkan edukasi mengenai tugas, fungsi, dan peran OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, termasuk pelindungan konsumen.
    Peserta turut memperoleh materi mengenai perencanaan keuangan serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan kejahatan keuangan digital yang semakin berkembang.

    Perwakilan industri perbankan juga memberikan edukasi mengenai produk Simpanan Pelajar (SimPel), mulai dari tata cara pembukaan rekening, manfaat menabung, hingga kemudahan yang dapat diperoleh pelajar melalui akses layanan perbankan formal.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program edukasi dan inklusi keuangan berkelanjutan yang dilaksanakan OJK Provinsi Aceh bersama TPAKD, FKIJK Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

    Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal, khususnya bagi kelompok masyarakat di wilayah yang masih memerlukan penguatan akses keuangan.

    Daddi menegaskan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan.

    “Kami tidak ingin edukasi ini berhenti pada kegiatan hari ini. OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan agar literasi dan inklusi keuangan dapat tumbuh menjadi gerakan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh,” tutup Daddi.[]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini