SABANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Kota Sabang. Pada 2026, PLN menambah kapasitas pembangkit sekitar 3 megawatt (MW) sebagai langkah antisipatif menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik sekaligus menjaga cadangan daya.
Penguatan sistem tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Media Gathering PLN UID Aceh bersama awak media yang dirangkaikan dengan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aneuk Laot Rayon Sabang, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada insan pers untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan sistem pembangkitan listrik yang menopang kebutuhan masyarakat di Pulau Weh. PLN memastikan kapasitas pembangkit terus diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan listrik, termasuk untuk mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan publik dan sektor pariwisata Sabang.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Zulfan M Jamil, menjelaskan sistem kelistrikan Kota Sabang saat ini ditopang oleh pembangkit yang berada di dua lokasi, yakni PLTD Aneuk Laot dan PLTD Cot Abeuk.
Secara keseluruhan, terdapat 12 unit mesin pembangkit dengan total daya mampu sekitar 7,8 MW. Kapasitas tersebut menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi belasan ribu pelanggan PLN di seluruh wilayah Kota Sabang.
Berdasarkan pola konsumsi listrik harian, kebutuhan daya mengalami perubahan mengikuti aktivitas masyarakat. Pada pagi hari, beban sistem berada di kisaran 4 MW, kemudian meningkat pada siang hari hingga sekitar 5 MW. Sementara pada malam hari, ketika aktivitas masyarakat mencapai puncaknya, beban rata-rata tercatat sekitar 6,1 MW, dengan beban tertinggi mencapai 6,5 MW.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kecukupan daya dan kesiapan pembangkit agar sistem tetap stabil. Terlebih, kebutuhan listrik dapat terus meningkat seiring pertumbuhan pelanggan, aktivitas usaha, sektor jasa, fasilitas publik hingga geliat pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Sabang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PLN pada 2026 melakukan penguatan sistem melalui penambahan kapasitas mesin sekitar 3 MW. Penambahan kapasitas ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap pertumbuhan beban sekaligus memperkuat cadangan daya ketika terdapat unit pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan terjadwal.
“Penambahan kapasitas ini merupakan bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sabang. Dengan kapasitas yang semakin kuat, kami ingin memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi, termasuk ketika ada unit pembangkit yang harus menjalani pemeliharaan,” ujar Zulfan M Jamil.
Menurutnya, keandalan pasokan listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Dunia usaha, perhotelan, restoran, perdagangan, fasilitas pelayanan publik hingga sektor pariwisata membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkesinambungan.
Karena itu, PLN terus melakukan evaluasi terhadap kondisi sistem, pola beban dan kebutuhan pelanggan agar pengoperasian pembangkit dapat dilakukan secara optimal. Penguatan kapasitas juga menjadi bagian dari strategi PLN dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan listrik dan kemampuan sistem menyediakan daya.
Dalam kegiatan Media Gathering tersebut turut hadir Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Aceh, Nurlana; Khairul Asril selaku bagian pembangkitan, IPP dan Excess Power PLN Unit Aceh UIK Dwipantara; Asisten Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder, Zulfan Helmi; Manager PLN ULP Sabang, Boy Rakhmani; serta Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Zulfan M Jamil.
Kehadiran jajaran PLN bersama awak media di PLTD Aneuk Laot juga menjadi bagian dari upaya membangun keterbukaan informasi mengenai kondisi kelistrikan di Sabang. Media diharapkan dapat menyampaikan informasi secara utuh kepada masyarakat mengenai kesiapan PLN dalam memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah tersebut.
PLN menegaskan penguatan sistem kelistrikan Sabang akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan pertumbuhan beban dan kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan kapasitas pembangkit yang memadai, PLN optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus dipertahankan.
Keandalan listrik tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi Sabang untuk terus berkembang sebagai kawasan pariwisata, perdagangan dan jasa. Pasokan listrik yang stabil bukan hanya menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi juga menjadi salah satu prasyarat penting dalam menciptakan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan tambahan kapasitas sekitar 3 MW pada 2026, PLN berharap sistem kelistrikan Sabang memiliki ruang yang lebih kuat untuk menghadapi peningkatan kebutuhan listrik sekaligus memberikan pelayanan yang semakin andal kepada pelanggan di Kota Sabang.[]