BANDA ACEH – Partai Perjuangan Aceh (PPA) terus memperkuat arah perjuangan politik dengan menempatkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal Aceh sebagai fondasi penting dalam membangun gerakan politik yang dekat dengan masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya PPA menghadirkan politik yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik, tetapi juga berpijak pada karakter, budaya, serta nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Aceh.
Ketua Umum PPA, Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes., menegaskan bahwa nilai keagamaan dan kearifan lokal merupakan kekuatan penting dalam membangun masyarakat Aceh yang berkarakter, bermartabat, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Politik harus menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, nilai keagamaan, budaya, dan kearifan lokal Aceh perlu menjadi bagian dari semangat perjuangan,” ujar Marniati.
Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat. Nilai-nilai tersebut perlu dirawat sekaligus diterjemahkan secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran politik.
PPA memandang penguatan nilai lokal tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan politik yang terus berkembang.
Dalam konteks itu, PPA mendorong kader dan seluruh elemen partai untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung serta membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai kelompok.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan perjuangan politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus tetap menghormati karakter dan identitas Aceh.
Selain penguatan nilai keagamaan dan kearifan lokal, konsolidasi organisasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan PPA. Konsolidasi internal diperlukan untuk memastikan seluruh unsur organisasi memiliki pemahaman yang sejalan mengenai arah dan tujuan perjuangan partai.
Marniati juga menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan Aceh. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam berbagai ruang pembangunan dan kehidupan sosial perlu terus didorong.
“Generasi muda tidak hanya perlu dipandang sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kekuatan masyarakat yang memiliki gagasan, kreativitas, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Dengan menggabungkan nilai keagamaan, kearifan lokal, penguatan organisasi, serta keterlibatan generasi muda, PPA berupaya membangun identitas perjuangan yang berakar pada karakter masyarakat Aceh.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PPA untuk mendekatkan politik dengan kebutuhan masyarakat, menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas Aceh, dan mendorong pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi PPA, perjuangan politik bukan semata-mata mengenai kontestasi, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan masyarakat dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Aceh. (*)