Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat kembali terlihat dalam upaya mempercepat pembangunan jembatan gantung di Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (28/07/2026).
Dalam kegiatan tersebut, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama personel Satgas Yon TP 855/RD dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pekerjaan fisik pembangunan jembatan. Salah satu tahapan yang dikerjakan kali ini adalah proses pengecoran pondasi jembatan dengan memanfaatkan mesin molen untuk mempercepat pencampuran material sekaligus meningkatkan kualitas adukan beton.
Sejak pagi, para personel TNI bersama warga telah berada di lokasi pembangunan dan melaksanakan pekerjaan sesuai tugas masing-masing. Sebagian personel menyiapkan material yang terdiri dari pasir, batu, semen, dan air, sementara sebagian lainnya mengoperasikan mesin molen serta mengangkut adukan beton menuju titik pengecoran pondasi.
Penggunaan mesin molen menjadi bagian penting dalam proses pekerjaan tersebut karena dapat membantu menghasilkan campuran material yang lebih merata dan homogen. Dengan adukan beton yang tercampur secara optimal, proses pengecoran dapat dilakukan lebih efektif sehingga diharapkan menghasilkan pondasi yang kuat, kokoh, dan mampu menunjang konstruksi jembatan dalam jangka panjang.
Kegiatan pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antara personel TNI dengan masyarakat. Semangat saling membantu yang ditunjukkan sejak persiapan material hingga proses pengecoran menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah binaan.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin, mengatakan bahwa penggunaan mesin molen sangat membantu dalam proses pengecoran pondasi jembatan. Menurutnya, alat tersebut mampu mempercepat proses pencampuran material sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
“Mesin molen merupakan salah satu alat yang sangat membantu dalam pekerjaan pengecoran. Dengan menggunakan mesin ini, campuran semen, pasir, batu, dan air dapat diaduk secara merata sehingga kualitas beton lebih baik, pekerjaan menjadi lebih cepat, serta menghemat waktu dan tenaga. Harapan kami, proses pengecoran pondasi dapat selesai sesuai target sehingga pembangunan jembatan gantung segera memasuki tahapan berikutnya,” ujarnya.
Peltu Jumadin menambahkan, pembangunan jembatan gantung di Desa Lawe Ger-Ger memiliki arti penting bagi masyarakat karena nantinya dapat menjadi salah satu akses penghubung yang membantu memperlancar aktivitas warga. Selama ini, kondisi medan dan keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Dengan tersedianya jembatan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan mobilitas dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Selain mendukung aktivitas sosial, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor perekonomian masyarakat, khususnya dalam memperlancar pengangkutan dan distribusi hasil pertanian maupun hasil perkebunan.
“Jembatan ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai sarana penghubung, tetapi juga dapat membantu memperlancar aktivitas warga, termasuk membawa hasil kebun dan memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, Babinsa juga terus memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat agar budaya gotong royong tetap dipertahankan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya membutuhkan dukungan material dan peralatan, tetapi juga membutuhkan kekompakan, kepedulian, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Lawe Ger-Ger menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung percepatan pembangunan. Warga secara sukarela turut membantu berbagai pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing, mulai dari menyiapkan dan mengangkut material, membantu proses pencampuran adukan beton, membawa adukan menuju titik pengecoran, hingga membantu menjaga kondisi lingkungan sekitar lokasi pembangunan.
Keterlibatan masyarakat secara langsung juga menunjukkan tingginya antusiasme warga terhadap pembangunan jembatan tersebut. Mereka menyadari bahwa jembatan yang sedang dibangun nantinya akan menjadi fasilitas yang sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
Kehadiran Babinsa dan personel Satgas Yon TP 855/RD dalam setiap tahapan pembangunan juga memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat. Kebersamaan yang terjalin di lapangan menciptakan suasana kerja yang penuh kekeluargaan, sehingga pekerjaan yang cukup berat dapat dilakukan secara bersama-sama dan menjadi lebih ringan.
Bagi TNI, keterlibatan dalam pembangunan fasilitas umum seperti jembatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Melalui kegiatan seperti ini, Babinsa tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga berupaya membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi.
Sementara itu, Budi (60), warga Desa Lawe Ger-Ger, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepedulian dan pendampingan TNI dalam proses pembangunan jembatan di desanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan personel Satgas Yon TP 855/RD yang selalu hadir membantu warga. Dengan adanya mesin molen, pekerjaan menjadi lebih cepat dan tidak terlalu berat. Kami berharap jembatan ini segera selesai karena akan sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama saat membawa hasil kebun, anak-anak berangkat ke sekolah, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin demi kemajuan desa kami,” ungkapnya.
Menurut Budi, keberadaan jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena akan memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia berharap pembangunan dapat terus berjalan lancar hingga seluruh tahapan selesai dan jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pembangunan jembatan gantung di Desa Lawe Ger-Ger juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi mampu menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah serta membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.
Dengan terus terjalinnya sinergi antara Babinsa, personel Satgas Yon TP 855/RD dan masyarakat, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana. Kekompakan dan semangat gotong royong yang terus dipelihara menjadi modal penting untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut hingga dapat digunakan secara optimal.
Melalui semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh pihak, diharapkan jembatan gantung Desa Lawe Ger-Ger dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam memperlancar mobilitas, mendukung kegiatan pendidikan, memudahkan akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, maupun meningkatkan aktivitas perekonomian warga.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa dan personel Satgas di lokasi pembangunan bukan sekadar membantu pekerjaan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan untuk mewujudkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Desa Lawe Ger-Ger.