• Jelajahi

    Copyright © Aceh Nasional News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Category 2

    UMKM Aceh Pecahkan Rekor di KKI 2026, Penjualan dan Ekspor Tembus Rp7,98 Miliar

    8/29/26, Sabtu, Agustus 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T07:17:55Z
    JAKARTA, 23 Agustus 2026 — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh mencatat prestasi gemilang dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Total penjualan dan realisasi ekspor UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mencapai Rp7,98 miliar.
    KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas UMKM sekaligus memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun global.

    Pada penyelenggaraan KKI tahun ini, UMKM Aceh mendapat ruang lebih luas untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari wastra, fesyen, kriya hingga kopi.

    Dalam gelaran tersebut, penjualan UMKM Aceh secara luring tercatat sebesar Rp626,70 juta, sementara penjualan secara daring mencapai Rp2,86 miliar. Adapun realisasi ekspor mencapai Rp4,50 miliar.

    Dengan demikian, akumulasi penjualan dan realisasi ekspor mencapai Rp7,98 miliar, atau meningkat sekitar 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang keikutsertaan Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh dalam ajang KKI.

    Lonjakan transaksi tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk UMKM Aceh, seiring terbukanya akses ke berbagai kanal pasar, mulai dari pasar domestik, digital hingga pasar ekspor.
    Kinerja UMKM Aceh juga semakin lengkap dengan sejumlah prestasi yang diraih pada kategori KKI 2026. Werkin Tandem berhasil meraih predikat UMKM dengan Transaksi Terbanyak pada Area Rupa Kini.
    Sementara itu, PT Melaya Kopi menjadi UMKM dengan Transaksi Terbanyak pada kategori Pesona Kopi Nusantara KKI Online.

    Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk unggulan Aceh memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional dan internasional. Produk wastra, fesyen, kriya dan kopi Aceh tidak hanya merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
    Pengembangan tersebut dilakukan melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan merek, digitalisasi serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.
    Bank Indonesia Provinsi Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi dan kualitas produk, digitalisasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta fasilitasi UMKM menuju pasar ekspor.
    Sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, komunitas dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga akan terus diperkuat guna membangun ekosistem UMKM Aceh yang semakin terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan.

    Capaian KKI 2026 menjadi bukti bahwa melalui penguatan sinergi dan kolaborasi, UMKM Aceh semakin mampu bangkit, tangguh dan berdaya saing, membawa produk lokal Aceh menuju pasar nasional hingga global.

    Kalau ingin lebih menarik untuk portal berita, judulnya juga bisa dibuat: “Rekor! UMKM Aceh Tembus Rp7,98 Miliar di KKI 2026, Naik 400 Persen”.[]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini