Header Ads

*Kadis Perindag Aceh, Buka Tamiang Art Festival 2018*

Aceh Nasional News - Tamiang
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh  yang juga tokoh masyarakat Aceh Tamiang, Muhammad Raudhi menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan pagelaran seni ula-ula lembing dalam konsep "Tamiang Art Festival 2018" yang dilaksanakan di gedung taman budaya Banda Aceh, Minggu malam (23/9/). Kegiatan tersebut digagas Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (PEMATANG) bekerjasama dengan UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh.

Dalam sambutannya Muhammad Raudhi,  merasa bangga akan seni budaya, karena sudah lama tidak melihat tarian dan seni budaya Tamiang. Kegiatan ini penting, untuk itu perlu dijadikan agenda tahunan agar seni dan budaya daerah kita tidak punah dan tetap lestari "Kedepan seni tari Ula-Ula Lembing ini perlu ditumbuhkembangkan agar terus berkembang dan dikenal tidak hanya di Aceh saja, tapi juga ke tingkat nasional bahkan dunia”, ujarnya.

Ia juga berterimakasih kepada pengurus Ikatan Keluarga Masyarakat Aceh Tamiang (IKMAT) dan Bank Aceh yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Pihaknya juga mengapresiasi  semangat dan inisiatif mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiwa Aceh Tamiang (Pematang) Banda Aceh. “Kita apresiasi dan mensuport  mahasiswa dan pemuda baik secara moral maupun pendanaannya”, imbuhnya.

Disisi lain, Kepala TSBA, D. Keumalawati mengharapkan warga Aceh Tamiang yang ada di Banda Aceh agar tetap peduli dan lebih aware sehingga pagelaran seni Ula-ula Lembing, berbalas pantun, lagu-lagu Melayu persembahan warga Aceh Tamiang yang sangat mempesona dan dinamis sehingga dapat dijadikan salah satu aset bagi kebudayaan Aceh.

Dijelaskan bahwa penonton yang memenuhi gedung tertutup TSBA dari masyarakat Aceh yang didominasi warga Tamiang sempat terhipnotis dengan penampilan pencak silat dan applaus penonton luar biasa. Termasuk para pejabat dan anggota DPRA antaranya yang tampak Zulfendi sebagai Ketua IKMAT, Suburhan dari Disbudpar Aceh, Jamaluddin T. Muku dan Muslim M. Daud.

Menurut panitia Syahry Aqly, persembahan yang ditampilkan di acara tersebut antaralain Tari Ula-ula Lembing, Tari Sekapur Sirih, Atraksi budaya Berbalas Pantun bertajuk Linto Pantun, ini adalah jenis berbalas pantun khas menyambut pengantin pria sebagai adat istiadat dari kebudayaan Melayu Tamiang.
Kegiatan yang mengusung tema *"tak lekang oleh zaman*, menyelaraskan kesenian di era milenial" ini bertujuan untuk memperkenalkan kesenian Aceh Tamiang terutama ula-ula lembing kepada masyarakat Aceh khususnya.

Sementara itu ketua Pematang, Furqanul Haq, mengatakan selain memperkenalkan kesenian TAMIANG, acara ini juga sangat baik untuk mempererat silaturahmi antar sesama masyarakat Aceh Tamiang di perantauan. "Sebagai generasi muda, kita harus bangga dan terus melestarikan kesenian asli daerah kita, yaitu Aceh Tamiang" pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.