Header Ads

Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali Melakukan Ziarah Tabur Bunga Di Makam Pahlawan



KOTA JANTHO - ANN
Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke 73 di Lamreung Kecamatan Krueng Barona Jaya. Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Besar juga bertindak selaku inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan tingkat Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 di Lapangan Upacara Pesantren Al-Manar Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (10/11/2018).

Bupati Mawardi Ali  tiba di makam Teuku Nyak Arief pada pukul 06.30 Wib langsung memimpin hening cipta dan mendoakan arwan para pahlawan sebelum melakukan tabur bunga yang diikuti oleh Kapolres AKBP Ayie Satria Yuddha SIK MSi, Kajari Mardani SH dan unsur Forkopimda Aceh Besar lainnya.


Sebelum menyelesaikan kegiatan ziarah, Bupati Mawardi memberikan bingkisan kepada keluarga Pahlawan Teuku Nyak Arief turut disaksikan oleh Ketua DPRK Sulaiman SE, Kapolres Aceh Besar, Perwakilan Dandim O101/BS, Sekda Aceh Besar, Rektor ISBI Aceh Dr Ir Mirza Irwansyah MBA MLA, Kepala SKPK, para camat se-Aceh Besar dan Pimpinan Ponpes Al Manar.


Seperti diketahui, Teuku Nyak Arief dianugerahkan Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 071/TK/1974 dan merupakan Residen/Gubernur Aceh yang pertama periode 1945-1946 pada masa kemerdekaan Indonesia.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan diwarnai semangat Kepahlawanan atraksi Santri dengan penuh khidmat di lapangan Pesantren Al Manar tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief dengan tema Semangat Pahlawan Didadaku.

Hadir pada upacara itu, Ketua DPRK Sulaiman SE, Sekdakab Drs Iskandar MSi, unsur Forkopimda, Rektor ISBI Aceh, para staf ahli Bupati, asisten, Kepala SKPK, para Camat, TNI/Polri, Muspika Krueng Barona Jaya, para PNS, OKP, organisasi sosial, pelajar, Pramuka, Pimpinan dan santri Ponpes Al Manar Aceh.


Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dalam sambutan saat menjadi Irup, kemarin, membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dengan menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan intropeksi diri seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewariskan nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur. "Peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam menjalankan pembangunan," ujarnya.

Peringatan Hari Pahlawan juga diharapkan agar pemuda memiliki pandangan global, mampu berkolaborasi demi kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan Negara lain saat memasuki era revormasi industri 4.0 saat ini.

Upacara tersebut diwarnai dengan meriahnya penampilan rapai geleng, tari kolosal dan atraksi tapak suci bela diri yang dipersembahkan Persinar (Persatuan silat santri Al-Manar) serta  dipentaskan tarian sangar Meuligo Aceh Besar.


Usai upacara Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali kepada wartawan, mengatakan setiap masa, setiap era itu ada pahlawannya yaitu para pahlawan pejuang kebenaran, yang mementingkan perjuangannya dari pada diri sendiri maupun golongannya, itulah jiwa pahlawan yang diharapkan. "Semoga Aceh Besar akan lahir sosok pahlawan baik dari pelajar, pemuda maupun masyarakat. Karena Aceh Besar hari ini sangat butuh sosok yang memiliki jiwa kepahlawanan," pungkasnya.


Plt Kadis Sosial Aceh Besar, Drs Rusdi, usai pelaksanaan upacara bendera, menjelaskan bahwa menjadi tradisi pelaksanaan upacara dan ziarah peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan dengan berpindah-pindah, dimana tahun-tahun sebelumnya ada di Makam Pahlawan Nasional Laksamana Malahayati, Tgk Chik Ditiro dan lainnya.

Rusdi menyebutkan, Aceh Besar memiliki 4 orang pahlawan nasional yaitu Teuku Nyak Arief, Tgk Chik Ditiro, Laksamana Malahayati dan Cut Nyak Dhien yang pusaran makamnya di Sumedang, Jawa Barat. "Kedepan Pemerintah Aceh Besar juga akan mengajukan lagi beberapa orang pahlawan lainnya untuk diperjuangkan menjadi pahlawan Nasional seperti Teuku Panglima Polem dan beberapa pahlawan lainnya," demikian Rusdi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.