Header Ads

Pemko Banda Aceh Mengeluarkan Himbauan Kepada Warga Tidak Melakukan Hari Valentin Day 14 2019 Mendatang


Banda Aceh - ANN
Pemko Banda Aceh telah mengeluarkan himbauan kepada warganya terutama bagi kaum muda-mudi, untuk tidak melakukan atau melaksanakan perayaan hari Valentine Day 14 Februari 2019 mendatang.

Hal itu, disampaikan Wakil Walikota Banda Aceh Drs. Zainal Arifin ini, kepada media Aceh Nasional News Rabu 30 Januari 2019 disela-sela kegiatannya.

Perayaan Valentine Day, menurutnya, itu merupakan budaya barat dan sama sekali tidak sesuai dengan syariat islam di Aceh

“Kasih sayang dalam islam memang tidak dilarang. Akan tetapi, kasih sayang yang bukan pada hak nya itu yang tidak sesuai dengan syariat islam,” ungkap Zainal.

Selain itu, Zainal juga mengatakan. “Apalagi kasih sayang itu, sudah diluar batas kewajaran yang dibenarkan. Seperti bebas dengan yang bukan muhrimnya atau non muhrim,” sebutnya.

Menurut Zainal, jika kasih sayang itu dilakukan dengan istri orang dan suami orang, atau pasangan muda-mudi yang bukan muhrim itu sudah jelas dilarang oleh islam.

Maka dari itu, pemerintah Kota Banda Aceh sangat komit menjalankan penegakan syariat islam. “Sekali lagi kita tegaskan, Valentine Day itu bukanlah adat budaya kita,” ujar wakil wali kota Banda Aceh Zainal.

Pemerintah Kota Banda Aceh, sangat tegas dalam menyikapi himbauan larangan yang telah dikeluarkan tersebut. Jadi kita meminta kepada seluruh pihak seperti perhotelan, tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya, agar tidak mengadakan atau memfasilitasi kegiatan Valentinen Day ini.

“Jika permintaan ini tidak diindahkan, maka pemko akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Zainal.

Lebih lanjut ia juga menambahkan, untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap himbauan larangan merayakan Valentine Day di Banda Aceh, kita telah mengintruksikan Satpol PP dan WH, untuk tetap melaksanakan patroli rutin untuk memantau dan mengawasi aktifitas di tempat-tempat tertentu pada hari tersebut.

“Pemko juga berharap, warga Kota Banda Aceh dapat memberikan informasi atau melaporkan terkait dengan hal tersebut. Dengan catatan, informasi itu harus valid dan faktual,” harap Wakil Wali Kota ini. (***)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.