Header Ads

Kuliner Aceh Besar Nyan Cap


Banda Aceh — ANN
Perayaan kuliner Aceh terbesar akan digelar di Taman Sulthanah Safiatuddin atau Taman Sari Banda Aceh. Perhelatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Aceh lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini akan diikuti oleh ratusan pelaku industri kuliner yang datang dari seluruh Aceh.
Semua dari daerah 23 kabupaten kota
Ratusan gerai makanan dari restoran hingga jajanan pinggir jalan akan bisa Anda temukan di festival yang akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 5-7 Juli 2019 ini. Taman Sulthanah Safiatuddin yang memiliki luas area 62.000 m2 akan disulap menjadi objek wisata kuliner yang menarik selama festival berlangsung.jadi semua tamu berkejung ke Anjungan Aceh besar melihat khas Aceh Besar seperti daging
rebus atau dalam bahasa Aceh disebut sie reuboh, bukan sekadar daging yang direbus. Ini kuliner khas Kabupaten Aceh Besar yang diwariskan turun-temurun dan menjadi santapan wajib saat tiba Ramadhan. Karena, kuliner ini bisa bertahan hingga satu bulan.

Sie reuboh memang bukan sekadar daging rebus. Ia dibuat dari gumpalan daging beserta gapah yang dibumbui garam, cabe merah, cabe kering, cabe rawit, kunyit, kemudian direbus hingga mendidih di belanga tanah tanpa disiram air.

Khusus untuk gilingan ketiga jenis cabe, rawit, merah dan cabe jangan dihaluskan. Biarkan ia dalam keadaan kasar sehingga bijinya akan lengket di permukaan daging nantinya.


Setelah air rebusan yang keluar dari daging dan gapah mengering, biarkan ia selama satu malam dalam belanga. Keesokan harinya, ketika dipanaskan kembali dan gapah yang membalut daging meleleh, siramkan cuka bersama air dan biarkan sampai mengering hingga dagingnya empuk. Cuka yang digunakan pun harus cuka enau.

Sampai tahapan ini, satu fase masakan kuliner sie reuboh bisa dianggap selesai dan bisa dijadikan santapan dengan cara disayat sebagai lauk. Di tahapan ini pula, sie reuboh bisa akrab dengan waktu dan bertahan hingga berbulan-bulan. Cara menyantapnya tak berubah, yakni dipanaskan dengan api yang tak terlalu besar, dan harus tetap dalam belanga tanah.

Proses sie reuboh sebagai kuliner khas Aceh Rayeuk belum seluruhnya berhenti sampai di sini. Daging rebus itu bisa diolah menjadi banyak turunan. Mulai dari sie goreng istilahnya yang mirip rendang, dimasak lemak, dibuat kuah asam keung khas Aceh dan bisa juga dijadikan semacam abon.

Sie reuboh menguapkan wangi cuka yang keras dan menggoda. Wangian cuka ini menjalar bersama rasa pedas bercampur asam hingga ke langit-langit mulut ketika dimakan. Wangi cuka nipah inilah yang mendominasi rasa daging rebus, yang sulit untuk dilewatkan.


Di tahun-tahun terakhir ini sie reuboh sebagai menu kuliner yang dijajakan di warung-warung apalagi restoran, makin jarang didapat. Ia kalah pamor dengan ayam tangkap, atau ayam penyet misalnya.
ada khas lain seperti Ayam Goreng Pramugari, Manok Asam Keueng, Kuah Chue, Kuah Beulangong. ujar Ketua Pkk Rahmah Abdullah istri Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.
Rahmah mengatakan ke (Aceh Nasional News)
Tak ada ramuan khusus untuk melariskan masakan itu. Resep pembuatan sie reuboh ini juga diwariskan secara turun-temurun di Aceh Besar “Saya merupakan Usaha rumah makan ini sudah ada sejak 60-an,” ungkapnya.

Namun, di rumah-rumah warga Aceh Besar, khususnya saat meugang memasuki bulan Ramadhan, kuliner yang mengundang kolesterol ini hampir bisa ditemui di setiap rumah warga. Mau mencoba Kata Rahmah yel yel Kuliner Aceh Besar Nyan Cap.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.