Header Ads

Teknik Pertanian Unsyiah Gandeng UTU dan Dinas Perdagangan


Aceh Barat - ANN
Laksanakan Program Kemitraan Wilayah di
Kuala Bubon
Teknik Pertanian Unsyiah beserta Universitas Teuku Umar dan Dinas Perdagangan
Kabupaten Aceh Barat melakukan Launching dan Sosialisasi Program Kemitraan
Masyarakat (PKW) di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat Jum’at 23 Agustus
2019. Program ini merupakan program yang dilakukan bersama Universitas dan
pemerintah kabupaten dalam wilayah sasaran dengan mengambil tema “Aplikasi Teknologi
Pertanian Tepat Guna Di Gampong Kuala Bubon Menuju Sentra Produksi Hasil Ikan
Berbasis Ekonomi Kerakyatan”
Ketua PKW Unsyiah Diswandi Nurba, S.TP., M.Si mengatakan Program ini merupakan
lanjutan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang pernah dilaksanakan tahun 2016
yang lalu. Hanya saja konsep saat ini adalah singkronisasi program dengan RPJMD Aceh
Barat, sehingga pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan akan ikut mendukung
kegiatan lewat program dan anggaran melalui APBK di tahun 2019 dan 2020 mendatang.
Tujuan PKW ini secara garis besar adalah untuk menjawab dua permasalahan sesuai
dengan dua target kewilayahan yang diangkat dalam RPJMD Aceh Barat yaitu ;
membangun ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam daerah, dan mewujudkan
zona ketahanan pangan. Hal ini selaras dengan kondisi di wilayah Kuala Bubon, yang
memiliki permasalahan dalam Pengolahan Hasil Ikan yang masih harus ditingkatkan
kuantitas dan kualitasnya, serta permasalahan perluasan dan penigkatan taraf ekonomi
masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi; aplikasi Teknologi Tepat Guna
berupa alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Vertical Dryer dengan skala usaha yang
dapat mengakomidir peningkatan kuantitas dan kualitas produksi masyarakat, selanjutnya
melakukan pembinaan dan manajemen usaha, serta pendampingan, sehingga diharapkan
masyarakat memiliki usaha yang baik manajemennya dan kontinyu, kemudian lanjutan dari
progress yang dicapai akan diupayakan perluasan jaringan pasar dan pemenuhan
permintaan pasar yang sesuai standar juga menjadi fokus kegiatan PKW ini. Yang terakhir
adalah penanganan Sampah di Gampong untuk mewujudkan Gampong yang bersih dan
sehat.
Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar Dr. Mursyidin, MA menyambut baik dan
mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Unsyiah di Kuala Bubon, Mursyidin
mengatakan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Mitra yang berada dekat dengan lokasi
kegiatan akan menyediakan SDM berupa dosen dan mahasiswa yang konsen dibidang
pemberdayaan masyarakat, yaitu pengolahan dan pemasaran hasil ikan. Disamping itu
juga UTU memiliki Inkubator Bisnis Terpadu (IBT) yang siap menampung dan
mendistribusikan hasil-hasil pengolahan masyarakat baik melalui internet marketing
maupun jaringan pasar antar wilayah. Kami mengharapkan kemitraan Unsyiah, UTU dan
Pemkab Aceh Barat ini akan terus berlanjut, sehingga dapat memberikan manfaat
langsung bagi masyarakat.
Kepala dinas Perdagangan Aceh Barat Bismi, S.Pd mengatakan bahwa pihaknya sangat
siap membackup kegiatan PKW ini, kita melihat usaha mikro pengolahan ikan ini juga
sebagai leading sector dalam perindustrian dan perdagangan di Aceh Barat. Kita telah
memulainya dengan langkah-langkah yang tepat dan terukur, juga telah menyiapkan draft
program dan anggaran bersama Unsyiah dan UTU untuk kita bahas dalam pembahasan
RAPBK nanti. Peluang-peluang tetap ada, apalagi kegiatan ini menyentuh langsung
RPJMD.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid. Industri Arisman, SE, CV Ketua dan Staf IBT UTU
Hafinuddin, M.Sc dan Dedi Darmansyah, M.Si, Dosen Unsyiah sebagai tenaga ahli PKWTeknik Pertanian Unsyiah Gandeng UTU dan Dinas Perdagangan
Aceh Barat Laksanakan Program Kemitraan Wilayah di Kuala Bubon
Teknik Pertanian Unsyiah beserta Universitas Teuku Umar dan Dinas Perdagangan
Kabupaten Aceh Barat melakukan Launching dan Sosialisasi Program Kemitraan
Masyarakat (PKW) di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat Jum’at 23 Agustus
2019. Program ini merupakan program yang dilakukan bersama Universitas dan
pemerintah kabupaten dalam wilayah sasaran dengan mengambil tema “Aplikasi Teknologi
Pertanian Tepat Guna Di Gampong Kuala Bubon Menuju Sentra Produksi Hasil Ikan
Berbasis Ekonomi Kerakyatan”

Ketua PKW Unsyiah Diswandi Nurba, S.TP., M.Si mengatakan Program ini merupakan
lanjutan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang pernah dilaksanakan tahun 2016
yang lalu. Hanya saja konsep saat ini adalah singkronisasi program dengan RPJMD Aceh
Barat, sehingga pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan akan ikut mendukung
kegiatan lewat program dan anggaran melalui APBK di tahun 2019 dan 2020 mendatang.
Tujuan PKW ini secara garis besar adalah untuk menjawab dua permasalahan sesuai
dengan dua target kewilayahan yang diangkat dalam RPJMD Aceh Barat yaitu ;
membangun ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam daerah, dan mewujudkan
zona ketahanan pangan. Hal ini selaras dengan kondisi di wilayah Kuala Bubon, yang
memiliki permasalahan dalam Pengolahan Hasil Ikan yang masih harus ditingkatkan
kuantitas dan kualitasnya, serta permasalahan perluasan dan penigkatan taraf ekonomi
masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi; aplikasi Teknologi Tepat Guna
berupa alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Vertical Dryer dengan skala usaha yang
dapat mengakomidir peningkatan kuantitas dan kualitas produksi masyarakat, selanjutnya
melakukan pembinaan dan manajemen usaha, serta pendampingan, sehingga diharapkan
masyarakat memiliki usaha yang baik manajemennya dan kontinyu, kemudian lanjutan dari
progress yang dicapai akan diupayakan perluasan jaringan pasar dan pemenuhan
permintaan pasar yang sesuai standar juga menjadi fokus kegiatan PKW ini. Yang terakhir
adalah penanganan Sampah di Gampong untuk mewujudkan Gampong yang bersih dan
sehat.
Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar Dr. Mursyidin, MA menyambut baik dan
mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Unsyiah di Kuala Bubon, Mursyidin
mengatakan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Mitra yang berada dekat dengan lokasi
kegiatan akan menyediakan SDM berupa dosen dan mahasiswa yang konsen dibidang
pemberdayaan masyarakat, yaitu pengolahan dan pemasaran hasil ikan. Disamping itu
juga UTU memiliki Inkubator Bisnis Terpadu (IBT) yang siap menampung dan
mendistribusikan hasil-hasil pengolahan masyarakat baik melalui internet marketing
maupun jaringan pasar antar wilayah. Kami mengharapkan kemitraan Unsyiah, UTU dan
Pemkab Aceh Barat ini akan terus berlanjut, sehingga dapat memberikan manfaat
langsung bagi masyarakat.
Kepala dinas Perdagangan Aceh Barat Bismi, S.Pd mengatakan bahwa pihaknya sangat
siap membackup kegiatan PKW ini, kita melihat usaha mikro pengolahan ikan ini juga
sebagai leading sector dalam perindustrian dan perdagangan di Aceh Barat. Kita telah
memulainya dengan langkah-langkah yang tepat dan terukur, juga telah menyiapkan draft
program dan anggaran bersama Unsyiah dan UTU untuk kita bahas dalam pembahasan
RAPBK nanti. Peluang-peluang tetap ada, apalagi kegiatan ini menyentuh langsung
RPJMD.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid. Industri Arisman, SE, CV Ketua dan Staf IBT UTU
Hafinuddin, M.Sc dan Dedi Darmansyah, M.Si, Dosen Unsyiah sebagai tenaga ahli PKWTeknik Pertanian Unsyiah Gandeng UTU dan Dinas Perdagangan
Aceh Barat Laksanakan Program Kemitraan Wilayah di Kuala Bubon
Teknik Pertanian Unsyiah beserta Universitas Teuku Umar dan Dinas Perdagangan
Kabupaten Aceh Barat melakukan Launching dan Sosialisasi Program Kemitraan
Masyarakat (PKW) di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat Jum’at 23 Agustus
2019. Program ini merupakan program yang dilakukan bersama Universitas dan
pemerintah kabupaten dalam wilayah sasaran dengan mengambil tema “Aplikasi Teknologi
Pertanian Tepat Guna Di Gampong Kuala Bubon Menuju Sentra Produksi Hasil Ikan
Berbasis Ekonomi Kerakyatan”
Ketua PKW Unsyiah Diswandi Nurba, S.TP., M.Si mengatakan Program ini merupakan
lanjutan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang pernah dilaksanakan tahun 2016
yang lalu. Hanya saja konsep saat ini adalah singkronisasi program dengan RPJMD Aceh
Barat, sehingga pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan akan ikut mendukung
kegiatan lewat program dan anggaran melalui APBK di tahun 2019 dan 2020 mendatang.
Tujuan PKW ini secara garis besar adalah untuk menjawab dua permasalahan sesuai
dengan dua target kewilayahan yang diangkat dalam RPJMD Aceh Barat yaitu ;
membangun ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam daerah, dan mewujudkan
zona ketahanan pangan. Hal ini selaras dengan kondisi di wilayah Kuala Bubon, yang
memiliki permasalahan dalam Pengolahan Hasil Ikan yang masih harus ditingkatkan
kuantitas dan kualitasnya, serta permasalahan perluasan dan penigkatan taraf ekonomi
masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi; aplikasi Teknologi Tepat Guna
berupa alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Vertical Dryer dengan skala usaha yang
dapat mengakomidir peningkatan kuantitas dan kualitas produksi masyarakat, selanjutnya
melakukan pembinaan dan manajemen usaha, serta pendampingan, sehingga diharapkan
masyarakat memiliki usaha yang baik manajemennya dan kontinyu, kemudian lanjutan dari
progress yang dicapai akan diupayakan perluasan jaringan pasar dan pemenuhan
permintaan pasar yang sesuai standar juga menjadi fokus kegiatan PKW ini. Yang terakhir
adalah penanganan Sampah di Gampong untuk mewujudkan Gampong yang bersih dan
sehat.
Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar Dr. Mursyidin, MA menyambut baik dan
mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Unsyiah di Kuala Bubon, Mursyidin
mengatakan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Mitra yang berada dekat dengan lokasi
kegiatan akan menyediakan SDM berupa dosen dan mahasiswa yang konsen dibidang
pemberdayaan masyarakat, yaitu pengolahan dan pemasaran hasil ikan. Disamping itu
juga UTU memiliki Inkubator Bisnis Terpadu (IBT) yang siap menampung dan
mendistribusikan hasil-hasil pengolahan masyarakat baik melalui internet marketing
maupun jaringan pasar antar wilayah. Kami mengharapkan kemitraan Unsyiah, UTU dan
Pemkab Aceh Barat ini akan terus berlanjut, sehingga dapat memberikan manfaat
langsung bagi masyarakat.
Kepala dinas Perdagangan Aceh Barat Bismi, S.Pd mengatakan bahwa pihaknya sangat
siap membackup kegiatan PKW ini, kita melihat usaha mikro pengolahan ikan ini juga
sebagai leading sector dalam perindustrian dan perdagangan di Aceh Barat. Kita telah
memulainya dengan langkah-langkah yang tepat dan terukur, juga telah menyiapkan draft
program dan anggaran bersama Unsyiah dan UTU untuk kita bahas dalam pembahasan
RAPBK nanti. Peluang-peluang tetap ada, apalagi kegiatan ini menyentuh langsung
RPJMD.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid. Industri Arisman, SE, CV Ketua dan Staf IBT UTU
Hafinuddin, M.Sc dan Dedi Darmansyah, M.Si, Dosen Unsyiah sebagai tenaga ahli PKWDr. Rahmad Fadhil, Syafriandi, M.Si dan Mustaqimah, M.Sc. disamping itu juga dihadiri
oleh para aparatur gampong kuala bubon dan di ikuti oleh kelompok usaha pengolahan
ikan Kareung Boh Gadong dan Aron Meubanja, dengan peserta 45 orang. Setelah
dilakukan Launching dan Sosialisasi, kegiatan selanjutnya adalah pembinaan dan
pendampingan yang akan dilakukan secara kontinyu oleh tim Unsyiah, UTU dan Dinas
Perdagangan, Jelas Diswandi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.