Header Ads

BPNB Gelar Seminar Budaya Saman


BANDA ACEH - ANN
Balai Pelesta
rian Nilai Budaya (BPNB) Aceh Gelar Seminar Nasional Budaya Saman dengan mengangkat temanya "Strategi Pemajuan Saman di Indonesia antara Harapan dan Realita", yang berlangsung di Anjong Mon Mata,  Banda Aceh, Senin (23 September 2019) malam.

Staf Ahli Menteri Mendikbud RI Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ir.  Ananto Kusuma Seta,  M. Sc,  Ph.D mengatakan,
keanekaragaman budaya seringkali dipandang sebagai kekayaan daerah untuk menilainya secara finansial.

Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, kekayaan ini seharusnya dilihat sebagai kekayaan budaya yang selalu terbentuk dalam hubungan perbedaan mendasar antara manfaatnya seperti diperlihatkan banyak studi ekonomi budaya dengan mempengaruhi kerja budaya.

"Program Platform Indonesia yang melaksanakan Festival Budaya Saman Tahun 2018 di Aceh dilanjutkan pada Tahun 2019, selain atas landasan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,  Indonesia merupakan  upaya konkrit untuk menghidupkan dan memajukan kebudayaan, "ujarnya.

Ananto juga menyampaikan, Gayo pantas berbangga ketika semakin banyak orang mengenal "Budaya Gayo", dengan mempertahankan pemecahan rekor Muri setiap tahunnya justru Saman menjadi luar biasa dapat dipecahkan oleh orang Gayo Lues.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh,  Iriani Dewi Wanti S S M SP mengatakan,  Seminar Nasional Budaya Saman ini diikuti sebanyak 300 peserta secara online serta undangan online yang bertujuan sebagai wujud partisipasi aktif dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan peningkatan sumber daya manusia di bidang kebudayaan di daerah guna kelestarian ekosistem pertunjukan Saman sebagai  Warisan Budaya Dunia.

"Perlu adanya masukan ide-ide gagasan tambahan lebih untuk kedepan yakni dengan adanya sertifikat tentu ini juga salah satunya kelanjutan daripada perkembangan Saman khusus kedepan melangkah lebih maju lagi sehingga dapat masuk kedalam kategori industri kreatif," ujarnya.

Adapun narasumber menghadirkan delapan orang baik Provinsi, Nasional maupun Internasional yakni, Akademisi  UIN Ar - Raniry,  Prof Drs H Yusny Saby M A Ph D, Akademisi Etnomusikologi USU,  Drs Muhammad Takari M Hum Ph D,  Akademisi UIN Ar- Raniry,  Dr Kamaruzzaman-Ahmad MA, Direktur Kesenian - Ditjen Kebudayaan Kemdikbud, Dr Restu Gunawan M Hum, Kepala Badan Ekonomi Kreatif,  Triawan Munaf, Ilmuwan dan Kritikus Tari di Indonesia, Dr Sal Murgiyanto MA, Akademisi Etnomusikologi Monash University - Australia, Prof DR PHIL Margaret Kartomi AM FAHA dan Global Network Facilitator of ICH - UNESCO, Harry Waluyo.

Disamping itu, seluruh peserta juga dapat langsung berpose Photobooth memakai pakaian Adat Gayo Luas berlayar lukisan pemandangan Gayo Luas sambil menikmati Kopi Gayo Luas sambil berkunjung Pameran Stand Perpustakaan, Balai Bahasa, IKAPI, Latihan Saman Kuy, Bandar Publishing,  Yayasan Pena, Dokarim, Tikar Pandan dan Riska Souvenir Tas Aceh. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.