Header Ads

Tahun 2021, Aceh Besar Targetkan Penurunan Kemiskinan Hingga 11%


KOTA JANTHO – ANN
Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali menegaskan, pada tahun 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) menargetkan penurunan angka kemiskinan mencapai 11%. “Untuk dapat mencapai target tersebut, maka perlu upaya yang lebih giat lagi untuk setiap stakeholder dalam mendukung pencapaian target tersebut,” ungkap Ir Mawardi Ali ketika membuka  rapat konsultasi publik dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Aceh Besar di Aula Bappeda Aceh Besar, Selasa (18/2/2020). Hadir dalam kesempatan itu, unsur anggota DPRK Aceh Besar, para staf ahli bupati, para Asisten Setdakab, kepala OPD, camat, pejabat BPS, BMKG, unsur ormas, LSM, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Bupati Aceh Besar memaparkan, target indikator makro pembangunan Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati Ir H Mawardi Ali dan Wakil Bupati Tgk H Husaini A Wahab, pada tahun 2020 meliputi pertumbuhan ekonomi mencapai 4,72%, tingkat pengangguran terbuka 5,80%, tingkat kemiskinan 12,96%, dan indeks pembangunan manusia 72,67. Kerja keras dan komitmen seluruh stakeholder di Aceh Besar selama beberapa tahun terakhir, ulas Ir Mawardi Ali telah mampu secara signifikan menurunkan angka kemiskinan.
Ia membeberkan, tahun 2015, angka kemiskinan di Aceh Besar masih 15,93%. Namun, tahun 2016 turun menjadi 15,55%, tahun 2017 yaitu 15,41%, tahun 2018 kembali turun ke angka 14,47%, dan tahun 2019 mencapai 13,92%.
Dikatakannya, peningkatan di sektor ketenagakerjaan, peningkatan di sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas aparatur dan kapasitas masyarakat menjadi sasaran utama kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tahun 2021 mendatang.
Ir H Mawardi Ali melanjutkan, prioritas pembangunan Aceh Besar tahun 2021 di antaranya mewujudkan SDM yang unggul, berkarakter, berbudaya, dan islami, pembangunan infrastruktur terintegrasi. Selain itu, penyederhaan birokrasi dan peningkatan pelayanan publik, peningkatan daya saing produk local dan peningkatan investasi daerah, serta pemberdayaan ekonomi sector riil.
Untuk pembangunan tahun 2021, maka perlu adanya sinergisitas antar stakeholder. Untuk itu Bupati Aceh Besar mengharapkan kepada seluruh komponen pelaku pembangunan yang hadir untuk memberikan sumbangan pemikiran, sehingga dapat mengakomodir berbagai aspirasi masyarakat (bottom up planning) yang akan dipaduserasikan dengan kebijakan dan program pembangunan pemerintah (top down planning) dan analisis seluruh stakeholder. Di samping itu, yang juga sangat penting adalah adanya sinkronisasi dan sinergisitas pembangunan yang kemudian diharapkan akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi wilayah serta menjawab permasalahan dan kebutuhan mendesak di tahun 2021 mendatang. Diharapkan, melalui rapat konsultasi publik itu semua aspirasi masyarakat dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah untuk pembangunan Kabupaten Aceh Besar yang lebih baik.
Dalam rangka mewujudkan SDM unggul, berkarakter, dan berbudaya islami, Pemkab Aceh Besar telah membangun/merehabilitasi SD dan SMP, peningkatan sarana dan prasarana BLK, peningkatan layanan kesehatan RSUD dan puskesmas (BLUD), peningkatan kualitas seni dan budaya, serta peningkatan profesionalisme ASN. Adapun untuk program penyederhaan birokrasi dan peningkatan pelayanan public, beberapa hal telah dan akan terus dilakukan, seperti integrasi aplikasi tatakelola pemerintahan dan layanan public, restrukturisasi organisasi, pelaksanaan pilchiksung serentak, penyelesaian regulasi penataan ruang, peningkatan sarana prasarana kerja, rehabilitasi kantor, dan peningkatan inovasi daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar Ir Makmun MT menjelaskan, forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Aceh Besar itu bertujuan untuk mendapat masukan dan input dari berbagai stakeholder guna kesempurnaan penyusunan RKPD. Selanjutnya, Bappeda Aceh Besar merencanakan menggelar Musrenbang kecamatan yang dimulai sejak 24 Februari mendatang serta Musrenbang RKPD yang dijadwalkan pada 25-26 Maret 2020.
Ir Makmun MT menambahkan, rapat konsultasi publik yang berlangsung sehari itu mengusung tema meningkatkan kualitas SDM yang berkarakter dan berbudaya dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.