Header Ads

Rakerda Asklin Aceh Bahas Issue Kesehatan Terkini

Banda Aceh - ANN
Asosisasi Klinik Indonesia (ASKLIN) provinsi Aceh menggelar rapat kerja daerah (RAKERDA) pada Sabtu 22 Februari 2020,bertempat di VIP  D'Energy Cafe Banda Aceh. Pada kesempatan itu hadir pengurus perwakilan dari klinik pratama dan utama se provinsi Aceh.
Ketua panitia sekaligus sekretaris umum dr.Said Aandy Saida,Sp.PD menerangkan bahwa kegiatan rakerda mengusung tema penguatan organisasi Asklin Aceh dalam menjawab tantangan klinik yang bermutu. Adapun agenda yang dibahas yaitu penyusunan rencana strategis dan program kerja 5 tahun kepengurusan Asklin.
Di era jaminan kesehatan nasional (JKN) ini banyak perubahan kebijakan layanan oleh pemerintah, sehingga diharapkan direktur dan penanggung jawab di klinik  berperan aktif mengikuti perkembangan regulasi dan aturan yang berlaku. Berbagai issue kesehatan terkini dan sharing informasi dari masing-masing klinik turut menambah hangat suasana diskusi.
Hadir dalam pertemuan tersebut ketua umum pengurus daerah Asklin provinsi Aceh dr.Teuku Yusriadi,Sp.BA dan turut membuka secara langsung acara rapat kerja. Dalam pemaparannya dokter yang berprofesi sebagai ahli bedah anak ini menyampaikan sebagai wadah baru asosiasi ini perlu melakukan advokasi ke stake holder terkait misalnya BPJS kesehatan, dinas kesehatan, gubernur, bupati/walikota se Aceh serta DPRA tentang kebijakan kesehatan di Aceh. Penerapan universal health covarage(UHC) melalui program JKA sangat membawa manfaat bagi masyarakat Aceh. Hal ini tidak terlepas dari peran klinik sebagai salah satu provider kesehatan.
Beberapa issue penting turut dibahas antara lain akreditasi klinik, redetribuso kepesertaan JKN di klinik swasta, kebijakan regulasi BPJS tentang refraksi mata dan penerapan antrian online yang saat ini masih banyak menjadi bahan perbincangan.
Selain itu adminiatrasi perizinan klinik, perpajakan dan pengelolaan limbah juga masih menjadi prioritas pembahasan di setiap klinik yang ada di kabupaten/kota se Aceh.
Saat ini ada 250 an klinik pratama swasta di Aceh, dan 160 diantaranya telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kemudian ada 50 an klinik TNI/ Polri yang semuanya telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Untuk layanan lanjutan telah ada 10 klinik utama.
Diharapkan dengan penguatan internal secara organisasi, Asklin Aceh sebagai salah satu asosiasi layanan kesehatan di tingkat primer dan lanjutan dapat memberi kontribusi positif peningkatan derajat kesehatan di Aceh. Aamiin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.