Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh menggelar pemutaran film pada Jumat malam, 13 Februari 2026, pukul 20.30 WIB di halaman RSJ Aceh, Banda Aceh. Kegiatan ini terbuka dan gratis untuk masyarakat umum sebagai ajakan nonton bareng
Banda Aceh – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh launching film dokumenter drama berjudul Noeh sebagai bagian dari kampanye penghapusan praktik pasung terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Film tersebut akan tayang perdana pada Jumat malam pukul 20.30 WIB di Halaman RSJ Aceh, Banda Aceh.
Acara tersebut gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat umum, tayangnya film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang perlakuan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Menurut data RSJ Aceh, sebanyak 62 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Aceh hingga kini masih hidup dalam kondisi dipasung. Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 32 kasus. Demikian disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr. Hanif, dalam konferensi pers peluncuran film dokumenter Noeh di Banda Aceh, pada Kamis (12/02/2026).
“Film Noeh bukan sekadar karya, tetapi juga bagian dari upaya edukasi publik. Penghapusan pasung tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada lingkungan sosial, ” ujar Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr. Hanif.
Ditambahkannya, pendekatan medis dan perlakuan yang manusiawi menjadi solusi utama dalam penanganan ODGJ di Aceh.
“Banyak ODGJ yang mengalami diskriminasi, pengucilan, bahkan pemasungan yang jelas melanggar hak asasi manusia. Melalui film ini, kami berharap masyarakat dapat melihat ODGJ sebagai manusia yang berhak mendapatkan perawatan dan dukungan,” jelasnya.
Dengan penanganan yang tepat, pasien dapat memperoleh kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan secara lebih baik, lanjutnya.
Film yang disutradarai Davi Abdullah ini diadaptasi dari kisah nyata. Pemeran utama Ishak diperankan oleh aktor lokal Jamal Syarif, dan juga melibatkan beberapa mantan pasien ODGJ yang telah pulih. (Wir) kesadaran publik.[]