Header Ads

Saya Merasa Sedih Dan Kecewa Atas Sikap Masyarakat Natuna Menolak WNI


Banda Aceh - ANN
Saya sedih merasa dan kecewa atas sikap Masyarakat Natuna yang menolak kedatangan para (WNI) yang akan diobservasi. Kedatangan para WNI tersebut ke Natuna, bukan atas keinginan sendiri, tetapi karena kebijakan pemerintah Presiden Jokowi.
Di satu sisi penolakan ini merupakan pembangkangan terhadap kebijakan pemerintah pusat, Di sisi lain adanya penolakan ini telah membuat saya  tersinggungan atas  masyarakat daerah lainnya, terutama daerah tempat itu  berasal para (WNI) warga Negara Indonesia tersebut.

Sebagai putra daerah Aceh, saya tersinggung atas mendapat perilakuan seperti itu oleh Masyarakat Natuna. Padahal baru saja beberapa hari kita menyaksikan beberapa kapal perang dan hampir seribuan prajurit TNI dikirim ke Natuna, termasuk dihadiri oleh Presiden Jokowi (RI) Republik Infonesia untuk menyelamatkan Wilayah Natuna dari intervensi asing. Tetapi, pas giliran diminta untuk menampung sementara saja (14 hari) para WNI untuk proses observasi paparan virus Corona,  tidak mau dan demo menolak. Dimana nasionalisme kalian ? Dimana empati kebangsaan kalian ber-NKRI ?
Saya akan terus memantau melalui teman di sana. Jika masih terjadi penolakan, apalagi dengan nada kebencian. Maka, saya sarankan agar Pemerintah Aceh mengambil langkah  cepat menjemput anak-anak Aceh dari sana untuk mehindari virus Corona.
Belasan anak-anak Aceh yang sedang berstatus mahasiswa di Cina adalah para putra-putri terbaik kita, dan aset masa depan untuk kemajuan Aceh. Karenanya, tidak boleh diperlakukan semena-mena. Apalagi mereka sudah diperiksa dan dinyatakan negatif terpapar virus tersebut.

Saya harap semoga masyarakat Natuna dapat menerima saudara sebangsa dengan sukacita dan penuh persahabatan. Apalagi sebelum diambil Kebijakan Pemerintah, tentu bapak Presiden bersama para menterinya sudah mengkaji segala kemungkinan. Semoga melalui kebijakan ini persahabatan warga Natuna dengan masyarakat daerah lainnya akan terjalin secara harmonis. Walaupun, mungkin saat inu mereka tidak bisa bertemu dengan para WNI yang sedang diobservasi. Adanya penerimaan yang lapang dada, tentu akan menggembirakan kita semua warga bangsa Indonesia. Semoga sukses.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.