Header Ads

Virus Corona dan Kelangkaan Masker


Banda Aceh - Aceh
Saya selaku Kepala Ombudsman RI Aceh, menghimbau agar masyarakat Aceh tidak panik menghadapi virus corona. Mari kita percayakan upaya mitigasi dan antisipasi  masalah ini pada Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh.

Menteri Kesehatan menegaskan bahwa masker hanya perlu dipakai bagi orang sakit atau telah terpapar virus. Bagi yang sehat tidak perlu pakai masker. Tadi saya  mengikuti rapat kerja nasional Ombudsman RI di Jakarta yang belasan ketua Lembaga Negara dan Menteri, ternyata tidak ada seorang pun yang memakai masker.

Untuk konfirmasi terkait penggunaan masker, saya juga tadi sore meng-WA seorang teman (Dr Nazamuddin, S.E, M.A) yang sedang tugas di Jerman. Kata Pak Nazamuddin, warga masyarakat Jerman juga tidak memakai masker.

Intinya, menurut saya agar masyarakat Aceh tidak perlu panik.

Terkait kelangkaan masker, yang mengakibatkan melonjaknya harga cukup drastis. Saya sarankan agar masyarakat berkreasi dan berinovasi menggunakan sejenis masker, seperti saputangan, atau membuat sendiri masker dari kain. Bagus juga jika pihak pengrajin UMKM untuk membuat masker yang dijahit sebagaimana mereka membuat bendera kecil yang dijual menjelang 17 Agustusan.

Hasil investigasi Ombudsman RI Aceh dan klarifikasi ke Dinas Kesehatan Aceh, menurut saya Pemerintah Aceh cukup siap menghadapi virus corona.

Pemerintah Aceh sudah menyiapkan 2 (dua) rumah sakit untuk menangani potensi jika ada pasien yang terpapar virus tersebut, yaitu di RSUZA Banda Aceh dan RSUCM di Lhokseumawe. Di dua RS tersebut sudah dilatih dan disimulasikan paramedis dan petugas yang akan menanganinya. Sudah pula disiapkan infrastruktur dan peralatannya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Aceh, diakui memang bahwa peralatan khusus yang canggih untuk menangani ini masih kurang, tetapi Plt Gubernur sudah menyetujui anggaran untuk pengadaan peralatan dimaksud.

Adanya komitmen dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh yang merupakan OPD paling relevan terkait masalah ini, kami pikir cukup tepat. Apalagi komitmen ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat yang ditugaskan pada seluruh Puskesmas se-Aceh. Info yang saya terima, pihak Pemerintah Aceh sudah pula menyiapkan buku panduan pencegahan virus corona yang akan digunakan sebagai bahan sosialisasi oleh pihak Puskesmas. Saran saya, agar sosialisasi ini segera  dilakukan agar potensi kepanikan warga dapat segera diredam.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.