Header Ads

PARA IBU -IBU WARGA TAMBON TUNONG DEMO KE KANTOR CAMAT MENANYAKAN TENTANG BANTUAN COVID-19


ACEH UTARA-ANN
Sejumlah ibu- ibu para desa dan dusun turut hadir di depan kantor Camat Dewantara dengan Menanyakan Bantuan Dari BST dan BLT apakah layak di bagi buat kami apa tidak itu menurut para ibu-ibu menanyakan tersebut

Lain dari pada itu bapak Nurmansyah ST, selaku kapolsek Dewantara juga hadir di lokasi untuk menangani peristiwa agar masyarakat lebih tau dan jelas tentang permasalahan ini agar tidak ada yang namanya keributan

Di halaman Kantor Camat Dewantara sejumlah ibu - ibu warga tambon Tunong begitu ramai dengan kedatangan warga Tambun Tunong yang ingin bertemu dengan Bapak Camat Dewantara,

Kedatangan tersebut warga yang sudah ada nama di data namun dibalik kisahnya tapi sudah tiada'Sudah di coret nama Sebagian besar ingin bertemu dengan bapak Camat Dewantara, Nawafil Mahyuda, S. STP pada Kamis (14/05/2020).

Kemudian salah seorang warga, ingin mengetahui apa maksud kejadian ini lalu mereka mengajak semua ibu yang belum mendapatkan dan hampir sama persis yang lainnya di Kantor Camat Dewantara karena ingin mempertanyakan kejelasan tentang data bantuan selama Covid-19, yang tidak valid dan mereka merasa tidak adil seperti lainnya.

"Kami ini tidak sama sekali tidak di perhatikan, meski ada bantuan seperti dari bantuan PKH, BPNT, BST lalu kami selalu tidak ada pernah terdata sama sekali,kemudian mengingat sebentar lagi akan ada bantuan dari dana desa BLT, apakah nama kami juga gak Luput dari pendataan?" - peu Lon Hana layak ibie Bantuan yang Lagenyoe, Lakoe lon Cedera hanjut geujak,kereuja hanjut loem, Loen sidroe yang mita Raseuki, Ungkap salah seorang ibu dalam berbahasa Aceh tersebut dan biasanya sering di sapa dengan Kak Mah dengan nada emosi.


Dengan Melihat kondisi seperti begini, Bapak Camat Dewantara yang ada di tempat lokasi tersebut menyuruh salah satu perwakilan dari warga untuk masuk ke dalam ruangan Kantor Camat agar suasana massa warga menjadi lebih kondusif yang ditemani Polsek Dewantara, Kanit Polsek Dewantara, dan perwakilan dari masyarakat. Kemudian, Camat menjelaskan bahwa penerima BST Bantuan Sosial Tunai itu data nya dari dinas sosial dan di verifikasi di desa.

"Sudah beberapa kali di verifikasi oleh pihak desa tersebut tapi yang turun malah berbeda lagi sehingga Geuchiek saat ini mengalami pening kepala saat dalam menjalankan data- data tersebut karena nama yang di coret oleh Geuchik malah sudah terdata, yang seharusnya menerima tapi tidak ada terdata, malah sebaliknya", Ungkap Nawafil Mahyuda.

Lanjut Camat Dewantara, ada kateria yang harus di ikuti sesuai juknis yg berlaku seperti Perangkat Desa, PNS, TNI, Polri, dan juga Masyarakat yg sudah menerima bantuan lain seperti BPNT, PKH, ini tidak boleh menerima, bila ada kepala desa yg melaksanakan tugas tidak sesuai dengan juknis yg berlaku maka pastinya mereka akan berhadapan dengan pihak yang berwajib.

(M)

1 komentar:

  1. Di Blang Majron Kecamatan Syamtalira Kabupaten Aceh Utara Kepala Desa dan Kaur Pemerintahan PKH dan Sebagian Aparatur bersama tuha peut Bansos.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.