Header Ads

Diskusi bersama perwakilan PT.bakrieautoparts terkait bus listrik


Banda Aceh - ANN
Transportasi menjadi investor besar dalam produksi polutan dunia, tak dapat terelak lagi jika asap knalpot kendaraan salah satu komposisi utama polutan. Jadi saat ini, kita mesti berinisiatif dalam penurunan tingkat polutan dunia (Emisi Gas Rumah Kaca -red).

Salah satu upaya yang dapat kita lakukan bersama adalah beralih ke angkutan umum serta memanfaatkan transportasi minim polutan, seperti transportasi berdaya listrik. Layaknya negara-negara maju di Eropa yang telah menggunakan kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan lainnya.

Sejalan dengan upaya tersebut dan guna mendukung salah satu program "Aceh Hebat" Pemerintah Aceh yaitu Aceh Green, Dishub Aceh lakukan diskusi terkait pengembangan bus listrik sebagai feeder Trans Koetaradja bersama perwakilan bakrieautoparts sebagai narasumber dalam diskusi kali ini, Selasa, 21 Juli 2020.

PT. Bakrie Autoparts merupakan salah satu perusahaan manufaktur otomotif Indonesia yang concern terhadap program green transportation, pengurangan emisi gas buang.

Dalam diskusi ini, Yudiatmo mengatakan bahwa pengembangan teknologi ramah lingkungan di Aceh sungguhlah potensial, dengan pesona wisata yang begitu banyak.

"Ini potensi Aceh yang telah ada sejak nenek moyang terdahulu, makanya pengembangan ini menjadi program yang handal di kancah dunia," lanjutnya.

Kadishub Aceh, Junaidi, ST., MT., mengharapkan, Dishub Aceh mendapatkan informasi lebih jauh dari Bakri Autoparts terkait operasional bus listrik dan hasil uji coba yang telah dilakukan di Jakarta. "Dishub Aceh akan menyusun detail teknis terhadap kebutuhan bus listrik yang akan digunakan sebagai feeder transkoetaradja aceh di semua koridor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.