Header Ads

Siswa Sekolah Sukma Almubarakah Matangkuli Saweu Rohingya.


ACEH UTARA - ANN
Perwakilan Siswa Sekolah Sukma Almubarakah (SMP dan SMA Sukma Almubarakah) didampingi Oleh Kepala Sekolah dan Gurunya Masing masing melaksanakan Kegiatan Saweu Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Lancok Kecamatan Bayu Aceh Utara dan dikarangtina di Eks Imigrasi Peuntet Kota Lhokseumawe Pada Rabu 01 Juli 2020.

Kegiatan Saweu Rohingya ini diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah SMP dan SMA Sukma Almubarakah Matangkuli dengan menggalang dana dari sesama siswa dan Dewan Guru serta tenaga pendidikan juga orang tua siswa Siswa.

Dari dana yang terkumpul siswa membeli peralatan mandi, sabun cuci dan hygine kits lainnya, selain itu juga para siswa (i) mengumpulkan pakaian layak pakai anak anak, wanita dan perlengkapan ibadah seperti mukena, kain sarung dan mushalla.

Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap kondisi sosial lingkungan terutama menyangkut pengungsi rohingya yang sudah terombang ambing dilaut lepas berminggu minggu.

Zubir.HT selaku Direktur Sekolah Sukma Almubarakah Matangkuli juga Anggota DPRK Aceh Utara yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin para siswa selama ini, bukan hanya disini tetapi ditempat lain InsyaAllah siswa (i) Kita Juga Hadir membantu, Sekolah Sukma Almubarakah didirikan Tahun 2015 dibawah Yayasan Pendidikan Islam Dayah Almubarakah Matangkuli Pimpinan Tgk Hanafi HAT, Yayasan sendiri sudah berdiri sejak tahun 2003 dan sudah melahirkan ribuan alumni, saat ini jumlah santri mencapai 700 Orang dan 540 diantara Sedang menempuh pendidikan Umum SMP dan SMA.

"Hari ini kita hadir disini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Pengungsi rohingya terutama anak-anak, Kita di Aceh Alhamdulillah Anak anak sudah dapat mengakses pendidikan formal secara sempurna, baik yang sifatnya boarding seperti kami maupun sekolah umum lainnya diluar, Namun anak-anak rohingya sampai saat ini Negaranya masih berkonflik, harus lari lari dari satu kampung ke kampung lainnya bahkan ada yang melarikan diri mencari Negara Ketiga agar bisa mendapatkan pendidikan atau kehidupan yang layak seperti anak anak ini"

Zubir ST menambahkan,hal tersebut sangat wajar pihak nya  membantu mereka sebisa mungkin dan sebatas kemampuan yang di miliki nya.jelas nya.

"Semoga langkah kami juga diikuti oleh sekolah atau institusi lainnya, kegiatan ini menjadi contoh dan pelajaran penting bagi anak didik agar mereka peka terhadap persoalan sosial dilingkungannya"

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.