Header Ads

Dr. Hanif : Vaksinasi Covid-19 Itu Dulu Masih Mikir Mikir, Kini Diminati

 

Kadinkes Aceh, dr. Hanif : “Sekarang mulai berubah, masyarakat tak takut lagi divaksin. Soalnya, yang sudah disuntik sehat-sehat saja”.

Banda Aceh | ANN

Kepalala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif tak henti hentinya mengangkat telepon seluler pada Kamis (4/3/2021) sore sekitar pukul 18.00 WIB itu. Dari balik telepon genggam, terdengar sang penelepon dari berbagai kalangan, mulai dari jajaran petinggi dinas kesehatan kabupaten/ kota hingga pejabat instansi vertikal.

“Mereka minta vaksin,” kata dr Hanif seraya tersenyum.

“Dulu orang masih mikir-mikir, malah ada yang takut, sekarang mulai berubah, masyarakat tak takut lagi divaksin. Soalnya, yang sudah disuntik sehat-sehat saja,” timpal Hanif kembali.

Meskipun permintaan vaksin datang dari mana-mana, Hanif mengatakan bahwa penyaluran vaksin dilakukan bertahap oleh pemerintah pusat. Karena itulah, pihaknya menyesuaikan antara permintaan dengan stok yang tersedia untuk disalurkan kepada kabupaten/kota dan instansi vertikal.

Kini, vaksinasi untuk tenaga kesehatan di seluruh Aceh mendekati angka 100 persen. Kalaupun ada yang belum divaksin beberapa orang, hanya menunggu kesiapan yang bersangkutan sampai indikator kesehatannya membaik sesuai persyaratan untuk vaksinasi.

Mereka-mereka inilah yang diharapkan menjadi ‘juru bicara” kepada seluruh masyarakat bahwa ternyata vaksinasi itu aman.

Mulai pekan ini, vaksinasi akan difokuskan untuk pegawai negeri sipil, TNI/Polri, dan pelayan publik lain yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Pada Jumat (5/3/2021) lalu, sebanyak 48.600 dosis vaksin Covid-19 mulai didistribusikan lagi ke kabupaten/kota. Vaksin ini untuk petugas pelayanan publik seperti PNS dan TNI/Polri, tokoh agama, dan lainnya.

“Kita utamakan pegawai negeri sipil, TNI/Polri. Kita habiskan dulu untuk kelompok ini dan para pelayan publik lainnya. Masyarakat harus bersabar sementara waktu, karena vaksin yang masuk juga terbatas,” tandasnya.

Seperti juga target nasional, Pemerintah Aceh menargetkan 60 persen warga Aceh atau sekitar 3,2 juta jiwa disuntik vaksin Covid-19.

Jika mayoritas warga sudah disuntik vaksin, kata Hanif, maka diharapkan akan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Kekebalan kelompok akan memberikan perlindungan tidak langsung terhadap orang-orang yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.