Iklan

Category 2

Senam Jantung Sehat, memeriahkan Peringatan Hari Gizi Nasional Tahun 2022. Dimasa Pandemi Covid 19 Dan Umicron

2/25/22, Jumat, Februari 25, 2022 WIB Last Updated 2022-02-24T19:08:58Z

 

 

Peserta mengikuti Senam Jantung Sehat untuk memeriahkan Hari Gizi Nasional Tahun 2022, Lapangan Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh, (Sabtu, 19/02).

Banda Aceh —-Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional Tahun 2022, dimasa Pandemi Covid 19. Dinas Kesehatan Aceh melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya Senam Jantung Sehat, pada Sabtu pagi (19/02). Kegiatan Senam Jantung Sehat ini dipusatkan di Lapangan Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.

Selesai Senam, para peserta dapat memeriksakan kesehatan untuk deteksi dini penyakit tidak menular, seperti pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, dan pemeriksaan kolestrol. Panitia juga menyiapkan kudapan sehat berupa buah-buahan lokal untuk dinikmati oleh peserta selesai Senam berlangsung.

Pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 yang jatuh pada 25 Januari 2022 ini, tema yang diangkat adalah “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Tema tersebut dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menghadapi tantangan akibat stunting dan obesitas.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Gangguan ini menimbulkan masalah pada pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari rata-rata teman-teman seusianya.

Masalah stunting bisa diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan, salah satunya adalah dengan memenuhi ketercukupan gizi pada usia kehamilan. Pada masa menyusui, seorang ibu pun perlu memberikan ASi eksklusif sampai bayi berusia enam bulan, dan ASI tetap diteruskan hingga anak berusia 2 tahun.

Selain itu, pemantauan kondisi gizi anak juga harus diperhatikan agar apabila terlihat tanda-tanda ketidaknormalan bisa langsung segera diatasi. Terakhir, kondisi kebersihan lingkungan tempat tinggal tak boleh luput dari perhatian. Lingkungan yang tidak sehat bisa menimbulkan penyakit yang dapat memicu masalah pada ketercukupan gizi anak.

Berbeda dengan stunting, obesitas sendiri merupakan kondisi penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Peningkatan angka obesitas umumnya dikaitkan dengan asupan makanan dengan energi yang melebihi kebutuhan harian.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, dr. Sulasmi, MHSM menyebutkan bahwa masalah Obesitas ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat membahayakan kesehatan. “Ada banyak risiko penyakit yang dapat diidap seseorang yang mengalami masalah obesitas. Sebut saja seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hingga tekanan darah tinggi”, jelas Sulasmi.

Sulasmi juga menjelaskan jika masalah obesitas sebenarnya dapat diatasi dengan melakukan pola hidup sehat. “Hal utama untuk memerangi obesitas adalah melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari”, sebutnya.

“Selain itu, upaya-upaya lain guna mengatasi obesitas seperti mengurangi makan berlebih, mengonsumsi buah dan sayur, mengurangi jenis makanan yang tinggi akan gula, garam, dan minyak, serta mengatur pola istirahat dengan baik”, tambah Sulasmi lagi.

Terakhir ia berharap agar kita semua dapat meningkatkan kepedulian terhadap ketercukupan dan keseimbangan gizi yang baik agar terhindar dari stunting dan obesitas. Dengan gizi yang tercukupi dan juga seimbang, kesehatan tubuh dapat lebih terjaga sehingga berdampak pada peningkatan kualitas SDM yang lebih maksimal.”[Adv]

Komentar

Tampilkan

Terkini

Aceh

+