Peristiwa ini bermula saat seorang warga menerima tautan pendaftaran kupon hadiah palsu. Setelah mengisi data pada tautan tersebut, korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Diki, oknum yang mengklaim sebagai petugas Bank Aceh kantor cabang pembantu di wilayah Batoh, Aceh Besar.
Modus Operandi Pelaku
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan nomor WhatsApp +62 822-6074-6107. Pelaku mengarahkan korban untuk mengikuti petunjuk tertentu guna mencairkan hadiah dari program yang dinamakan "Gebyar Undian Berhadiah Bank BPD Aceh".
Narasi penipuan tersebut menjanjikan hadiah mewah berskala besar, mulai dari unit mobil Mercedes Benz, Toyota Innova Zenix, hingga ratusan unit sepeda motor dan voucher belanja. Untuk meyakinkan korban, pelaku menetapkan syarat fiktif berupa kepemilikan saldo dengan kelipatan Rp 5 juta hingga Rp 100 juta bagi pengguna aplikasi Action Mobile.
Pelaku juga menyertakan situs palsu dengan alamat: http://hadirlagidaftaraction.my.id/. Situs tersebut diduga kuat merupakan laman phishing yang dirancang untuk mencuri data pribadi dan akses perbankan digital milik nasabah.
Imbauan Keamanan Perbankan
Menanggapi hal ini, pihak berwenang dan perbankan terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada program hadiah yang disampaikan melalui nomor pribadi atau situs tidak resmi.
Beberapa ciri utama penipuan yang perlu diwaspadai masyarakat adalah:
Penggunaan Domain Gratisan: Alamat situs resmi bank biasanya menggunakan domain .co.id atau .id, bukan .my.id atau layanan gratisan lainnya.
Meminta Data Rahasia: Bank tidak pernah meminta kode OTP, PIN, atau password melalui telepon atau pesan singkat.
Syarat Saldo Tertentu: Program undian resmi bank umumnya tidak memaksa nasabah melakukan transaksi atau mempertahankan saldo tertentu melalui instruksi telepon pribadi.
Masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi, seperti kantor cabang terdekat atau call center resmi Bank Aceh. Jangan pernah mengeklik tautan asing dari sumber yang tidak dikenal untuk menghindari potensi pembobolan rekening



