PIDIE – Pemerintah Kabupaten Pidie menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia kepada warga terdampak musibah di Kecamatan Tangse. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dengan mengedepankan semangat kebersamaan.
Penyerahan bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara dalam meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, drh. H. Fazli, M.Si, di halaman lapangan olahraga Polsek Tangse, Senin (16/2/2026).
Dalam sambutannya, Fazli menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah langsung dari Presiden sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kondisi warga di daerah. Ia berharap stimulan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga secara moril.
"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali dari musibah yang dialami," ujar Fazli.
Ia juga menekankan pentingnya gotong royong dalam menghadapi dampak pascamusibah agar roda ekonomi dan aktivitas sosial warga dapat segera pulih.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Muspika Kecamatan Tangse. Kehadiran para pejabat kewilayahan ini menegaskan soliditas dalam penanganan dampak musibah di tingkat tapak. Turut hadir di lokasi, Camat Tangse, H. Abdul Jafar, Danramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Lettu Dian.
Kapolsek Tangse, Iptu M. Jamil.
Unsur Muspika menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan warga. Pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran dan kebutuhan mendesak warga terpenuhi.
Sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan apresiasinya atas respon cepat dari pemerintah. Bagi mereka, bantuan tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pokok yang sempat terganggu akibat musibah.
Pemerintah Kabupaten Pidie berharap, melalui bantuan dan sinergi yang terjalin antarinstansi, masyarakat Kecamatan Tangse dapat segera kembali menjalankan aktivitas normal dan memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

